Home » » Berita Kota Subulussalam Tanggal 23 Mei 2012. terbaru

Berita Kota Subulussalam Tanggal 23 Mei 2012. terbaru

Written By Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat on Thursday, May 24, 2012 | Thursday, May 24, 2012

 Pangdam IM: TNI Harus Dekat dengan Masyarakat

230512foto.8_.jpg
Istri Pangdam Iskandar Muda (IM) Ny Nunik Adi Mulyono menggunakan payung saat mendampingi kunjungan kerja Pangdam IM, Mayjen TNI Adi Mulyono di Makodim Subulussalam, Selasa (22/5). SERAMBI/KHALIDIN
SUBULUSSALAM - Meski konflik Aceh sudah mereda sejak tujuh tahun silam, namun diyakini masih ada luka yang tergores baik di masyarakat maupun prajurit TNI. Karena itu, perlu ada upaya untuk mendekatkan TNI dengan masyarakat seperti membentuk kelompok tani atau lainnya. Demikian antara lain pidato arahan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda (IM), Mayjen TNI Adi Mulyono saat berkunjung ke Kota Subulussalam, Selasa (22/5).

Menurut Pangdam Mayjen Adi Multono, keberadaan prajurit TNI di Subulussalam dapat memberikan rasa aman, nyaman sehingga mebuat hubungan semakin baik. TNI, kata Pangdam, harus mampu mendekatkan diri kepada masyarakat sehingga tidak ada kesan menyeramkan terhadap sosok prajurit. “TNI harus dekat dengan masyarakat, jangan sampai ada kesan yang tidak baik seakan-akan TNI sangat menyeramkan,” kata Pangdam.

Di sela-sela acara, Pangdam bersama unsur Muspida Kota Subulussalam juga melakukan penanamam pohon serta memninjau kemajuan pembangunan Makodim Kota Subulussalam. Pangdam juga meninjau lokasi Pos Koramil Penanggalan di Desa Kuta Tengah Kecamatan Penanggalan.

Sebelumnya, saat berada di Kabupaten Aceh Jaya, Pangdam IM Adi Mulyono, mengatakan, sedikitnya 246 pucuk senjata ilegal berbagai jenis di Aceh telah diserahkan oleh masyarakat sipil secara suka rela kepada pihak kemanan di bebera daerah di Provinsi Aceh.

“Sejak saya menjabat sebagai Pangdam Iskandar Muda hingga saat ini telah terkumpul sedikitnya 246 pucuk senjata ilegal berbagai jenis yang diserahkan oleh masyarakat sipil secara suka rela kepada kami di berbagai daerah di Aceh,” ujar Mayjen TNI Adi Mulyono Senin (21/5) pada saat menghadiri peresmian kantor Kodim 0114 Aceh Jaya di Calang.

Saat berada di Tapaktuan, Aceh Selatan, Senin (21/5) malam, Pangdam IM Adi Mulyono memastikan bahwa, pihaknya tidak akan memberi sanksi apapun bagi warga yang dengan kesadaran sendiri menyerahkan senjata ilegal yang masih dikuasainnya kepada pihak TNI/Polri. Namun bagi warga yang tetap menguasai dan tidak juga menyerahkan senjata api ilegal tersebut ke pihak berwajib, jika kedapatan/tertangkap akan diberi sanksi tegas sesuai aturan hukum berlaku.

“Bagi yang menyerahkan atas kesadaran sendiri tidak akan diberi sanksi apapun, namun bagi mereka yang tertangkap akan diberi sanksi tegas sesuai undang-undang berlaku. Oleh karenanya kami mengimbau kepada masyarakat untuk segera menyerahkan senjata ilegal yang masih mereka kuasai ke pihak berwenang,” pesan Pangdam IM didampingi Dandim 0107/Aceh Selatan, Letkol Inf Saripuddin SIP dan Waasintel Kodam Iskandar Muda Letkol Inf Achmad Daniel Chardin di sela jamuan makan malam di Hotel Metro, Tapaktuan.(kh/c45/tz)

Editor : bakri
 




 Penyakit Busuk Buah Serang Kakao Subulussalam
SUBULUSSALAM - Para petani di Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam mengeluh penyakit busuk buah menyerang tanaman kakao milik mereka dalam dua bulan terakhir ini. Akibatnya, produksi komoditas kakao di daerah tersebut menurun drastis.

“Biasanya satu minggu bisa panen 20 kilogram tapi sekarang 10 kilogram pun susah,” kata Usmar (40) seorang petani kakao di Desa Singgersing, Kecamatan Sultan Daulat kepada Serambi, Senin (21/5) lalu.

Dikatakan, buah kakao yang terserang umumnya yang sudah mendekati masa panen. Dan, buah yang sudah terserang akan gugur. Sementara buah yang sempat dipanen, katanya, ukurannya lebih kecil karena diduga perkembangannya terganggu akibat hama tersebut. Kondisi menurut Usmar berpengaruh terhadap nilai jual. Padahal tanaman kakao yang dia tanam sejak 2009 lalu merupakan tumpuan hidup keluarganya.

“Awalnya bagus tapi saat mau panen busuk, buahnya jadi menghitam dan di dalam buah itu terdapat ulat berwarna putih dan hitam,” kata Usmar.

Usmar mengatakan, petani sangat kesulitan memberantas hama buah busuk karena penyemperotan insektisida yang ada ternyata belum membuahkan hasil. Selain itu, pengetahuan petani juga masih terbatas di samping masalah biaya. “Saya putus asa menanggulangi hama itu, obat hama telah saya semprotkan tetapi masih saja hama tidak hilang,” terang Usmar.

Karenanya, petani meminta Pemko Subulussalam melalui instansi terkait yakni Dinas Perkebunan dan Pertanian serta badan penyuluhan turun ke lapangan untuk membantu para petani kakao dalam memberantas hama tanaman. Pasalnya, selama ini para petani mengaku tidak pernah mendapatkan penyuluhan sedikitpun tentang pengelolaan tanaman kakao dari Pemko Subulussalam. Akibatnya, petani menanam dan mengolah tanaman kakao secara swadaya dan otodidak.(kh)

Editor : bakri
Share this article :
Comments
0 Comments