Archive

Popular Posts

Buka Usaha

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA

    Gosip

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA

    Beasiswa Kota Subulussalam

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA
    Powered by Blogger.

    Visitors

    Showing posts with label Berita Dalam Negeri. Show all posts
    Showing posts with label Berita Dalam Negeri. Show all posts

    Gara-Gara Status Facebook, Pengadilan Israel Penjarakan 8 Pemuda Palestina

    Written By Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat on Tuesday, December 23, 2014 | Tuesday, December 23, 2014

    Sebanyak 8 orang pemuda Palestina asal Yerusalem Timur di jatuhi vonis hukuman penjara oleh pengadilan Israel , setelah didakwa telah memprovokasi untuk melakukan kekerasan dalam status Facebook mereka.

    gerakan intifadah palestina 

    Dalam vonis yang dibacakan majelis hakim hari Senin (21/12) kemarin, menyatakan bahwa ke 8 pemuda yang berusia antara 18 sampai 45 tahun didakwa dengan hasutan untuk melakukan kekerasan terhadap warga Yahudi dan mendukung kelompok teroris di jejaring sosial Facebook.

    Ke delapannya ditangkap pada awal bulan Desember ini dalam operasi keamanan yang digelar aparat militer Israel, yang bertujuan menghentikan hasutan untuk melakukan kekerasan di jejaring sosial.

    Perlu diketahui bahwa dalam beberapa bulan terakhir, pihak berwenang Israel terus mengawasi secara ketat aktivitas dunia maya dan jejaring sosial warga Palestina. (Skynewsarabia/Ram)

    Ahmad Thomson : Tuhan Kok Disalib, Siapa yang Menghidupi Surga dan Dunia?

    Written By Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat on Monday, December 15, 2014 | Monday, December 15, 2014

    Pemilik nama kecil Martin Thomson ini dikenal sebagai pengacara terkemuka di Inggris. Ia juga mengetuai Wynne Chambers, badan hukum Islam yang didirikannya pada 1994.

    1 1 
     
    Berislam 38 tahun lalu, Thomson meyakini cara terbaik mengamalkan ajaran Islam adalah memahami dan meneladani sumbernya, yakni Alquran dan Sunah Rasulullah SAW. “Seperti pepatah yang mengatakan bahwa semakin dekat kita pada sumber mata air, semakin murni air yang kita minum,” ujar pria kelahiran Afrika ini.

    Dilahirkan di Rhodesia Utara (sekarang Zambia), Thomson menempuh pendidikan dasar serta menengahnya di Rhodesia Selatan (sekarang Zimbabwe). Masa awal hidupnya, ia lalui di daerah-daerah terpencil Afrika yang kala itu belum tersentuh peradaban modern, seperti listrik, gas, dan saluran air bersih.

    Lahir dan besar di Afrika, Thomson muda merasa tidak puas pada ajaran Kristen. Ia mulai mempertanyakan banyak hal seperti, “Jika setiap manusia itu sama di hadapan Tuhan, lalu mengapa kaum Afrika kulit putih seperti dia harus beribadah di gereja yang berbeda dengan kaum kulit hitam?”

    Pertanyaan lain yang kerap mengganggunya sebagai pemeluk Kristen adalah soal ketuhanan Yesus. “Jika Yesus adalah Tuhan, kepada siapa dahulu ia berdoa? Jika Yesus adalah Tuhan dan disalib, lalu siapa yang menghidupi surga dan dunia? Pertanyaan itu tak pernah terjawab selama aku memeluk ajaran Kristen,” ujar lulusan Exeter University, Inggris, ini.

    Ketika berusia 12 tahun, Thomson sampai pada satu titik di mana ia memercayai Tuhan dan Yesus. “Hanya saja, aku tidak yakin pada gereja.” Terhenti pada berbagai pertanyaan itu, Thomson mulai membaca apa pun dan memikirkan kehidupan yang dijalaninya sejauh itu. Ia mengunjungi berbagai kelompok spiritual dan mencoba meditasi selama beberapa bulan. “Itu menenangkan, tapi sama sekali tak mengubah gaya hidupku.”

    Hingga akhirnya, Thomson bertemu Syekh Abdalqadir as-Sufi (tokoh tarbiyah, penggagas Gerakan Dunia “Murabitun”). Pertemuan itu menjadi awal perkenalannya dengan Islam, agama yang tak pernah terpikirkan oleh Thomson sebelumnya.

    Saat berbicara dengan Syekh Abdalqadir dan mendengarkan berbagai hal yang disampaikannya, Thomson merasa telah menemukan jalan menuju transformasi yang ia butuhkan. “Sejak itu, perlahan aku menemukan jawaban atas semua pertanyaan yang memenuhi otakku,” katanya. Thomson pun rutin mengunjungi pusat kajian Islam Syekh Abdalqadir. Ia juga membaca The Book of Stranger yang ditulis Sang Syekh.

    Thomson mantap mengakhiri pencariannya pada 13 Agustus 1973. Ia pun mengikrarkan syahadat dan berhaji empat tahun kemudian. Sepulang haji, ia menyelesaikan pelatihannya sebagai pengacara. Lalu, pada 26 Juli 1979, ia dipanggil ke Pengadilan England & Wales dan mulai meniti karier di bidang advokasi dan hukum Islam.

    Thomson pertama kali memperoleh perhatian publik pada 2001, saat tampil dalam sebuah film dokumenter berjudul My Name is Ahmed yang menyabet sebuah penghargaan. Ia pun tampil di film dokumenter lainnya, Prince Naseem’s Guide to Islam. Kedua film itu ditayangkan di BBC2 pada Agustus 2001. Setelah itu, wajahnya kerap mewarnai layar kaca dalam berbagai program, terutama program-program Islam.

    1 1 

    Kini, hari-harinya diisi dengan aneka kegiatan keislaman, mulai dari memberikan ceramah rutin tentang Islam di berbagai wilayah di Inggris, menulis untuk Jurnal al-Kala, sampai menjadi kontributor tetap dalam konferensi lintas agama yang digelar setiap tahun di Masjid Regents Park dan Pusat Kebudayaan. Beberapa buku karyanya yang cukup menggemparkan dan sangat sulit dicari terjemahannya , buku yang membongkar apa dan bagaimana  konspirasi Yahudi di dunia ini yang berjudul , yaitu Dajjal the Anti Christ  (bbrp/ROI/Eramuslim/HK)
    Note: Situs Web


    Bila ingin memiliki buku tersebut, bisa kunjungi link ini :

    Parlemen Dukung Pendirian Kantor Hamas, Pemerintah Jokowi Justru Tolak Usul Tersebut

    Written By Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat on Wednesday, December 03, 2014 | Wednesday, December 03, 2014

    Surat kabar berbahasa Ibrani, walla.co.il, mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia menolak permintaan Gerakan Perlawanan Islam “Hamas” untuk mendirikan kantor perwakilan di negara dengan jumlah umat Muslim terbanyak di dunia.

     
    Dalam artikel berita terbitan hari Selasa (02/12) kemarin, Walla menyatakan “pemerintah Indonesia melarang kehadiran kantor perwakilan Hamas di ibukota Jakarta, meskipun Parlemen telah menyetujui kehadiran kantor gerakan pejuang Palestina ini.”

    Walla memperkirakan bahwa tekanan sejumlah negara Arab pendukung Presiden Palestina, Mahmoud Abbas, menjadi penyebab gagalnya Hamas mendirikan kantor perwakilan di ibukota Jakarta.

    Dalam keterangannya kepada Parlemen, pemerintah Jokowi mengatakan bahwa kehadiran Kantor Konsulat Jenderal Palestina di Jakarta sudah mewakili rakyat Palestina, sehingga tidak perlu adanya kantor perwakilan Hamas.

    Hal senada juga di ungkapkan pejabat senior Departemen Luar Negeri dan Indonesia, yang mengatakan “Kami memiliki hubungan diplomatik hanya dengan negara Palestina saja.” (Dostor/Ram)

    Harga Minyak Turun, Jordan Kurangi Harga BBM, Malaysia Dan Indonesia Justru Menaikan Harga BBM

    Written By Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat on Monday, December 01, 2014 | Monday, December 01, 2014

    Pemerintah Jordan memutuskan pada Minggu malam (30/11) untuk menurunkan harga bahan bakar pada setiap jenis yang berbeda, ditengah menurunnya harga minyak dunia per barelnya.

    bbm 
     
    Dalam pengumuman resminya, pemerintah Jordan menyatakan bahwa keputusan ini akan berlaku pada hari Senin, 1 Desember 2014.

    Harga bensin dengan kadar oktan 90 turun sebesar 6,1%, sedangkan bensin dengan oktan 95 turun harga 6,7%, serta bahan bakar solar dan gas turun sebesar 5,2%.

    Perlu diketahui bahwa pemerintah Jordan memutuskan untuk menghapus subsidi harga BBM pada bulan November tahun 2012 lalu, dan menetapkan harga bahan bakar minyak yang ditentukan oleh harga global minyak dunia.

    Perlu diketahui bahwa Jordan mengimpor seluruh kebutuhan minyak mentahnya dari Arab Saudi, dan kini sedang berusaha untuk mencari sumber energi alternatif dari gas alam untuk memenuhi kebutuhan energi mereka.

    Sebelumnya pada tahun 2013 lalu APBN Jordan mengalami defisit mencapai 1,8 miliar dolar AS, dan diperkirakan pada tahun 2014 ini mencapai 1,5 miliar dolar.

    Langkah ini justru berbeda dengan pemerintah Indonesia yang justru menaikan harga bahan bakar minyak ditengah turunnya harga minyak dunia. (Rassd/Ram)

    Kristenisasi di Sentul Sudah Melewati Batas Kesabaran

    Written By Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat on Saturday, November 29, 2014 | Saturday, November 29, 2014

    Bagai orang kemalingan lalu lapor ke sesepuh, tak tahunya justru dukun maling 
     
    salib 
     
    Pemurtadan di kawasan Sentul sudah melampaui kesabaran. Mereka mendatangi rumah warga ketika suami mereka bekerja di siang hari.

    Dengan cara membujuk, para ibu rumah tangga diajak untuk melepaskan agama yang dianut dan memeluk agama lain. Warga setempat pun makin resah, karena kejadian tersebut terus berulang-ulang dari satu rumah ke rumah lainnya.

    “Yang mengejutkan, warga setempat diajak berwisata ke Jakarta. Setibanya di Monas, mereka dibaptis. Jumlahnya tidak sedikit, mencapai ratusan orang. Tentu saja, peristiwa ini membuat resah warga, sebab setibanya di kampung, mereka dianggap murtad yang kemudian berujung pada konflik sosial,” kata KH. Mukti Ali, Kamis (20/11), selaku perwakilan warga Sentul didampingi sejumlah tokoh melaporkan hal ini kepada Kementerian Agama di Jakarta.
    Inilah beritanya.
    ***

    Kristenisasi di Indonesia : Dari Car Free Day Sampai ke Sentul

    JAKARTA – Kalangan gereja terus mencari mangsa dengan melakukan pemurtadan terhadap Muslim. Terjadi di seantero nusantara. Kisah pemurtadan sudah terjadi sejak ‘bahuela. Dari mulai ‘car free day’ di HI, sammpai kampung-kampung di Jawa Tengah, sampai Sentul, Bogor.

    Belum lama ini sejumlah warga Sentul meradang. Di wilayahnya, ada upaya memurtadkan sejumlah warga yang beragama Islam. Kamis (20/11), beberapa perwakilan warga Sentul didampingi sejumlah tokoh melaporkan hal ini kepada Kementerian Agama.

    Sekjen Kemenag Nur Syam di Jakarta, Kamis (20/11) mengatakan Kemenag akan menurunkan sebuah tim untuk melakukan investigasi.”Kasus ini memprihatinkan dan mengganggu kerukunan antarumat beragama,” kata Nur Syam ketika menerima para ulama, habaib dan warga Sentul, termasuk beberapa warga yang menjadi korban pemurtadan.

    Dalam pertemuan itu, warga didampingi Ketua Umum DPP Tim Advokat Syari’ah Gus Joy, Pembina DPP Tim Advokat Egi Sujana, Jou Hasyim Waiming, Taufik, Dahlan Pido dan Sekretaris Bambang Purwanto. Sementara itu, Nur Syam didampingi Kabalitbang Kemenag Abdul Rohman Mas’ud, Dirjen Bimas Islam Machasin dan Kepala Biro Hukum dan Kerja Sama Luar Negeri Ahmad Ginaryo.

    Pertemuan sedikit “tegang” ketika warga menyampaikan duduk persoalannya, namun Egi dapat meredamnya, sehingga persoalan yang disampaikan kepada para petinggi kementerian tersebut dapat dibahas dengan baik.

    Menurut Gus Joy, pemurtadan di kawasan Sentul sudah melampaui kesabaran. Mereka mendatangi rumah warga ketika suami mereka bekerja di siang hari.

    Dengan cara membujuk, para ibu rumah tangga diajak untuk melepaskan agama yang dianut dan memeluk agama lain. Warga setempat pun makin resah, karena kejadian tersebut terus berulang-ulang dari satu rumah ke rumah lainnya.

    “Yang mengejutkan, warga setempat diajak berwisata ke Jakarta. Setibanya di Monas, mereka dibaptis. Jumlahnya tidak sedikit, mencapai ratusan orang. Tentu saja, peristiwa ini membuat resah warga, sebab setibanya di kampung, mereka dianggap murtad yang kemudian berujung pada konflik sosial,” kata KH. Mukti Ali.

    Pada pertemuan tersebut, beberapa orang korban menyampaikan ceritanya masing-masing ketika dipaksa untuk pindah ke agama lainnya. Ada yang menyampaikan dengan nada sedih, tapi juga ada dengan nada emosional.

    Tokoh agama dan masyarakat setempat, kata Egi, sudah melaporkan kasus permutadan itu kepada pihak Polres Bogor. Namun tidak ada tindak lanjut.

    Untuk itulah, warga mengadukan persoalan ini kepada Kementerian Agama.

    Sekjen Kemenag Nur Syam menyampaikan terima kasih kepada warga yang melaporkan kasus ini, sehingga Kementerian Agama secepatnya dapat mengambil langkah-langkah koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

    Langkah yang terdekat adalah melakukan investigasi. Tim dari Kabalitbang Kemenag segera turun ke lapangan. Setelah itu, Dirjen Kristen dan Dirjen Bimas lainnya akan disertakan dalam forum dialog untuk menghentikan praktek pemurtadan yang terjadi di Sentul.

    Di negeri jiran Malaysia, orang kristen tidak menyebutkan ‘Allah’, tapi hanya boleh menyebut ‘Alah’. Tidak ada acara siaran acara telivisi bagi warga kristen, apalagi melakukan kistenisasi. Di Indonesia semua bebas, dan orang Kristen mengkristenkan orang Islam itu sudah misi mereka. [jj/ant/voa-islam.com] Kamis, 27 Muharram 1436 H / 20 November 2014 19:38 wib
    ***

    Bagai orang kemalingan lalu lapor ke sesepuh, tak tahunya justru dukun maling

    Meskipun jawaban dari pejabat kemenag itu tampaknya seakan memberi harapan, tetapi perlu diketahui, di antara mereka justru telah bertugas hingga kemudian naik jabatan. Di antara tugasnya adalah mengundang tokoh yang sudah divonis murtad oleh Mahkamah Agung Mesir 1996 hingga kemudian lari ke Belanda, yakni Dr Nasr Hamid Abu Zayd yang menyebarkan faham, Al-Qur’an adalah produk budaya (muntaj tsaqafi).

    Petugas Kemenag yang kini jadi pejabat itu ditugasi mengundang orang murtad resmi itu untuk menatar dosen-dosen IAIN dan perguruan tinggi Islam se-Indonesia di Riau, 2007. Alhamdulillah tokoh murtad itu telah ditolak oleh MUI dan Umat Islam Riau. Kemudian sang murtad itu untuk menatar pula di Surabaya dan Malang, dan lagi-lagi ditolak oleh Umat Islam, karena program Kemenag itu rupanya bocor. Maka doctor yang resmi dinyatakan murtad namun diundang ke Indonesia untuk menatar dosen-dosen perguruan tinggi Islam se-Indonesia itu pulang ke negerinya, lalu mengidap virus aneh, dan kemudian mati. (lihat http://www.nahimunkar.com/nasr-hamid-abu-zayd-meninggal/ ).

    Selain itu,di antara pejabat kemenag yang dilapori tentang pemurtadan itu ada yang sebelum jadi pejabat justru mengaku meneliti para khatib. Dia menyayangkan, mayoritas khatib masih berfaham hanya agamanyalah (Islam) yang benar dan diterima oleh Allah. Baru sekian persen yang berfaham pluralism agama.

    Astaghfirullah, khatib yang memegang teguh Islamnya justru disayangkan. Dan apakah karena itu dia kini jadi pejabat Kemenag?

    Ketika Umat Islam bersusah payah melaporkan penderitaannya karena begitu jahatnya pemurtadan di kampong mereka, ternyata nasibnya bagai orang kemalingan lalu lapor ke sesepuh, tapi tak tahunya sesepuh itu justru dukun maling. (Semoga saja mereka sudah bertaubat, atau sadar dengan penderitaan Umat Islam sehingga bertaubat).

    Itulah negeri terbesar Umat Islamnya di dunia ini, namun nasib Umat Islamnya cukup memprihatinkan akibat ulah kafirin, musyrikin dan munafiqin. Allahul Musta’an.

    Ada Apa Kolom Agama di KTP?

    Oleh: Syaripudin Zuhri

    ktp 
     
    Banyak orang Indonesia, tidak semua, ketika sudah di luar negeri, terutama di Eropa dan Amerika, cenderung melalaikan ajaran-ajaran agama dan enggan mempelajari agama, agama seperti urutan ke 17! Dan ternyata bukan hanya yang berada di luar negeri, di dalam negeripun, banyak orang seakan alergi kalau sudah bicara agama, seakan agama sesuatu yang menakutkan, hingga kolom agama di KTP( Kartu Tanda Penduduk) pun ada yang punya rencana untuk dihilangkan, ada apa ini?

    Orang yang belum beragama bukannya diarahkan agar beragama yang benar, paling tidak yang ada kitab suci dan rosul utusanNya, ini malahan kolom agamanya yang mau dihilangkan, anehkan? Bagi aliran kepercayaan bukannya diarahkan atau dibina agar menganut salah satu agama resmi yang diakui Negara, kok kolom agamanya yang mau dihilangkan, ada apa ini?

    Itu mungkin jangka pendek, sasaran jangka panjangnya, Depertemen Agama juga dihilangkan, dengan dalih, pada banyak negera lainpun tak ada Depertemen Agama, tak ada menteri yang mengurus agama, kemudian nanti tak ada pelajaran agama! Berikutnya lagi, Islam di hilangkan di bumi Indonesia, sama dengan lenyapnya Islam di Spanyol, Masjid ada, tapi sudah jadi Musium! Waduh… semakin serem aja nih!

    KTP katanya seperti paspor, yang tidak ada kolom agamanya. Logikanya dibalik-balik, kepercayaan yang belum tercantum di dalam KTP, bukannya diarahkan atau dibina, diajak, agar menganut ke dalam salah satu agama yang diakui Negara, yang diributkan malahan kolom agamanya yang mau dihilangkan, sepertinya tak ada kerjaan lain. Kolom agamanya dikosongkan saja, jawaban yang praktis, namun lupa, bila orang meninggal dikuburkan sesuai dengan agama yang dianutnya.

    Disangkanya kalau kolom agama dihilangkan atau dikosongkan, beres. Belum! Bagaimana kalau orang tersebut meninggal, misalnya tabrakan atau entah kena musibah lainnya, tiba-tiba di KTPnya kosong, tak ada agamanya, lalu mau dikuburkan di mana? “Ah itu gampang, kuburin di mana saja”. Jangan-jangan dikuburkannya di agama yang sedang “in-in”nya membuat orang murtad!

    Wah ini bahaya, jangan-jangan nanti dengan banyak yang dikuburkan di pemakamannya, lantas mengklaim, “inilah umat kami!” Persis dengan banyak tempat ibadah yang didirikan bukan pada lingkungan agama yang sama, ada-ada saja!

    Atau memang ini rekayasa yang terselubung atau seperti yang sering digembar-gemborkan, bahwa “ semua agama itu sama saja”. Loh kalau semua agama sama, kenapa cara ibadahnya beda? Kenapa kitab suci beda? Ada-ada saja! Kalau semuanya sama, ayo berani tidak menyatakan” ikut Islam saja semua, toh semua agama sama!”.

    Kembali ke kolom agama, kolom agama di KTP itu tetap penting, kolom agama itu tetap penting bagi Indonesia, yang mengaku Berketuhanan Yang Maha Esa. Dan kolom agama pada KTP bukan pajangan, dibiarkan kosong.

    KTP yang ada kolom agamanya mestinya diisi, persis seperti mengisi formulir untuk melamar pekerjaan, misalnya, atau mengisi formulir calon PNS. Mengisi formulir melamar kerja saja mesti diisi semuanya, masa kolom agama yang begitu penting dibiarkan kosong, ada apa ini?

    Kembali ke agama, maka untukmu keadaan tersebut harus di balik, di dalam atau di luar negeri kesempatan untuk mempelajari agama lebih banyak waktu dengan cara terus menerus membaca. membaca dan membaca buku-buku agama yang tersedia. Insya Allah, Dia akan memberikan petunjuk-petunjuk-Nya yang lebih banyak bagimu melalui bacaan tersebut.

    Di antara ratusan, ribuan bahkan jutaan warga Negara Indonesia yang berada di luar negeri atau yang dikenal dengan sebutan Diaspora Indonesia, masa semua mengejar dunia? Hendaklah ada diantaranya mempelajari khusus tentang agama Islam. Seperti dalam ayat Al Qur’an ; hendaklah ada diantaramu mempelajari ilmu agama, jangan semua menuju ke medan perang.
    Jika Islam menjadi agama pilihanmu. Pelajarilah secara lebih mendalam, mumpung banyak waktu dan kesempatan. Mengejar dunia tak habis-habisnya, katakanlah: ” Kajian utamaku adalah Islam”. Di dunia internet, ilmu pengetahuan begitu luas, seluas pikiran manusia, tak habis-habisnya untuk digali-digali dan digali.

    Maka jika tak ada yang menasehatimu atau tak ada yang mengjarimu tentang agama Islam atau jika orang lain tidak mau menasehatimu tentang suatu amalan ibadah yang baik dan benar, maka nasehati dirimu sendiri dengan banyak membaca, baik melalui buku-buku maupun melalui internet dan sarana lainnya. Jika orang lain tidak mau memberikan ilmu/ketrampilan yang dimilikinya, maka berusahalah agar ilmu/ketrampilan tersebut dapat kamu miliki.

    Berjuanglah untuk keberhasilanmu, walau tanpa dukungan orang lain, karena merekapun sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Ingat nasehat Muhammad Iqbal:” Setetes embun yang dikumpulkan tangan sendiri terasa manis!”

    Sebelum ajal menjelang, berarti kamu masih diberikan kesempatan oleh Allah untuk meningkatkan derajat, harkat, martabat, ilmu pengetahuan, hartamu dan lain sebaginya. Jangan putus asa, jangan mundur, jangan takut, jangan lengah, jangan sia-siakan waktu, jangan menyerah dan seterusnya.

    Untuk sebuah keberhasilan memang dibutuhkan pengorbanan. Baik pengorbanan waktu, tenaga, biaya, pikiran dan sebagainya. Tak ada kesuksesan yang diraih dengan “ ongkang-ongkang kaki”, sambil berkipas-kipas atau berleha-leha tanpa kerja keras atau usaha.

    Bangkitkan semangat hidup dengan nasehat, kata-kata yang bijaksana baik yang datang dari orang lain maupun dari dirimu sendiri. Gunakan kata-kata kunci yang menggugah hati nuranimu sendiri, kamu juga punya akal, punya pikiran, punya kata-kata, pergunakan semuanya itu untuk memperbaiki hidupmu, agamamu, keimananmu dan lain sebagainya.

    Dan seandainya pun kau tenggelam dalam lumpur kegelapan, jangan menyerah, jangan putus asa, karena putus asa sangat dibenci olehNya.Yakinlah: “Mutiara tetap mutiara, walaupun didapatnya di dalam lumpur”.

    Lalu bagaimana dengan kolom agama? Iya diisi dong, isi satu kata: Islam. Dan engkau akan selamat di dunia dan akherat, ya tentu saja setelah diisi kolom agama tersebut dengan Islam, lalu mengamalkan ajaran Islam, dengan tetap berpegang kepada Al Qur’an dan Hadist, beres!

    JAKARTA " Kenaikan Harga BBM Analis: Rupiah Diprediksi Pada Kisaran Rp 12.135-Rp 12.118"

    Written By Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat on Thursday, November 20, 2014 | Thursday, November 20, 2014

    TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Analis Woori Korindo Securities Indonesia (WKSI), Reza Priyambada, mengatakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada hari ini masih akan bergerak positif, seiring respons pelaku pasar terhadap kenaikan BI rate dan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

    Analis: Rupiah Diprediksi Pada Kisaran Rp 12.135-Rp 12.118
    ilustrasi 


    "Diharapkan penguatan ini dapat berlanjut sehingga mengurangi tekanan pada rupiah," kata Reza, Jakarta, Kamis (20/11/2014).

    Reza pun memprediksi pergerakan rupiah akan berada pada kisaran Rp 12.135 hingga Rp 12.118 per dolar AS. Menurutnya, rupiah juga akan terdorong dengan faktor eksternal, seperti penguatan mata uang Euro.

    "Penguatan rupiah selain terbantukan dengan efek kenaikan BI rate juga terbantukan dengan terapresiasinya nilai tukar Euro terhadap dolar AS," tuturnya.

    Note: Situs Web

    Nagan Raya "Warga Nagan Membusuk di Tumpukan Limbah Sawit"

    * Setelah Lima Hari Menghilang

    SUKA MAKMUE - Khairul (40) yang tercatat sebagai warga Gampong Alue Geutah, Kecamatan Darul Makmur, Kabupaten Nagan Raya, Minggu (28/9) sore sekitar pukul 15.00 WIB, ditemukan tewas membusuk di kawasan perkebunan sawit milik sebuah perusahaan di Darul Makmur. Saat ditemukan, jasad pria ini dalam kondisi telungkup di atas tumpukan janjang (limbah) sawit.
     

    Belum diketahui secara pasti penyebab kematian pria malang yang saat ditemukan, jasadnya sudah mengeluarkan bau tak sedap itu. 

    Penemuan jasad pria yang sehari-hari dikenal sebagai ‘penguasa’ ladang sawit itu sangat menghebohkan. Sebelum ditemukan tewas, pria itu dikabarkan sudah menghilang sejak lima hari terakhir.

    Informasi yang berhasil dihimpun dari sejumlah sumber resmi menyebutkan, jasad Khairul ditemukan oleh seorang penggembala sapi yang kebetulan sedang mencari ternak miliknya di kawasan perkebunan sawit. Pria yang tak disebutkan identitasnya itu secara tak sengaja menemukan sesosok mayat yang sudah membusuk dan terlungkup di dalam limbah sawit serta mengeluarkan bau tak sedap.

    Temuan ini akhirnya ia laporkan kepada aparat kepolisian setempat, guna menelusuri informasi yang disampaikan. Hasilnya, polisi yang turun ke lokasi kejadian bersama dokter Puskesmas Alue Bilie, Nagan Raya, berhasil mengidentifikasi jasad yang membusuk itu, Khairul yang tercatat sebagai warga Gampong Alue Geutah, Darul Makmur.

    Sekitar dua jam kemudian, polisi berhasil mengevakuasi jasad Khairul guna selanjutnya dibawa ke Puskesmas Alue Bilie guna dilakukan otopsi. Belakangan pihak keluarga melarang petugas medis untuk melakukan otopsi dan meminta supaya anggota keluarganya itu langsung dikebumikan.

    Kapolres Nagan Raya AKBP Gunawan Eko Susilo SIK melalui Kapolsek Darul Makmur, Ipda M Frans yang dikonfirmasi, Minggu malam, membenarkan adanya seorang warga Alue Geutah, yang ditemukan tewas membusuk di kawasan perkebunan sawit di wilayah ini. “Kami belum tahu persis apakah korban yang ditemukan tewas membusuk ini merupakan korban tindak kejahatan atau tidak. Karena pihak keluarga melarang dokter untuk melakukan otopsi,” kata Kapolsek Ipda M Frans.

    Dikatakannya, berdasarkan informasi terbaru yang mereka peroleh, sebelum ditemukan tewas, Khairul dikabarkan sudah menghilang sejak lima hari lalu dan tak diketahui keberadaannya.

    Ia juga mengaku belum bisa memastikan apakah Khairul yang ditemukan tewas membusuk tersebut merupakan korban tindak kejahatan. Pasalnya saat ditemukan, kondisi jasad pria malang yang dikabarkan kerap berada di perkebunan sawit tersebut, sudah membusuk dan nyaris tak bisa dikenali lagi.

    Meski demikian, kata Ipda M Frans, pihaknya mengaku akan melakukan penyelidikan terkait kematian Khairul untuk memastikan apakah kematian pria ini murni akibat sakit atau adanya dugaan korban tewas akibat tindak pidana kejahatan,” katanya.(edi)
     

    MEUREUDU: "Sopir Ngantuk, L-300 Nyungsep ke Parit"

    MEUREUDU - Sebuah minibus jenis L-300 bernomor polisi BL 1993 AA yang melaju dari arah timur menuju Banda Aceh, Selasa (18/11) sekira pukul 17.00 WIB, nyungsep masuk parit di kawasan Gampong Bale Ulim atau Tutue Ara. Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut, kecuali bagian depan mobil mengalami rusak berat.

    t-Selasa-1811.-Tida.jpg
    Mini bus jenis L-300 ber-nopol BL 1993 AA yang datang dari arah timur, setiba di kawasan Gampong Bale Ulim Kecamatan Ulim, Pidie Jaya tepatnya tak jauh dari Jembatan Tutue Ara, terjun ke parit, Selasa (18/11). Tidak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. PROHABA/ABDULLAH GANI
     
    Data yang dihimpun prohaba di lokasi kejadian menyebutkan, mobil L-300 itu melaju dalam kecepatan sedang. Entah bagaimana tiba-tiba mobil tanpa penumpang kecuali sopir, melaju tak terkendali dan akhirnya terjun ke parit. Karena disana ada saluran (drainase), sehingga mobil yang nahas itu tersangkut di atas lueng.

    Spontan saja suara keras itu mengundang kepanikan warga sekitar, terutama mereka yang lagi duduk di sebuah warung kopi seberang jalan tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Warga yang sedang di warkop dan sekitarnya langsung berlarian menuju mobil yang kala itu terjerembab di atas parit.

    Tidak berapa lama kemudian, sejumlah anggota polisi sektor (Polsek) Ulim tiba di lokasi dan langsung mengatur arus lalu lintas. Menjelang pukul 19.00 WIB kemarin, mobil tersebut langsung diderek kembali ke badan jalan. Salah seorang warga setempat mengatakan, kawasan tersebut tergolong rawan laka lantas. Apalagi, badan jalan agak menikung. “Kawasan ini tergolong agak sering terjadi musibah. Bahkan hampir setiap pekan ada saja kejadian” kata seorang penduduk Bale Ulim.(ag) 
     
    Note: Situs Web

    Gunung Kidul "23 Tahun Dipasung, Warga Gunungkidul Ini Belum Dibantu Pemerintah"

    TRIBUNNEWS.COM,GUNUNGKIDUL - Gara-gara sering mengamuk dan membahayakan keselamatan warga, Wiratman(35), warga Dusun Gunungbang, Desa Bejiharjo, Karangmojo, Gunung Kidul, harus hidup dalam kondisi terpasung.

    23 Tahun Dipasung, Warga Gunungkidul Ini Belum Dibantu Pemerintah
    Wiratman dengan kondisi terpasung hidup di sebuah bangunan yang terpisah dari rumahnya, Rabu(19/11).

    Keterbatasan ekonomi keluarganya membuat pria yang tidak lulus SD tersebut harus hidup menyendiri di sebuah ruangan kecil di belakang rumahnya selama lebih dari 23 tahun. 

    Ironisnya, selama menjalani pemasungan, Wiratman belum mendapatkan sentuhan bantuan dari pemerintah.

    Ayah Wiratman, Wariyo mengaku terpaksa memasung anak keduanya karena sering mengamuk dan memukuli warga. 

    Untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, akhirnya Wiratman dipasung sejak usai 12 tahun.

    “Sejak umur 12 tahun sehingga sekarang dipasung. Takutnya mengamuk,”katanya saat ditemui di rumahnya, Rabu (19/11).

    Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini menceritakan, awal mulanya anaknya tersebut hidup normal. 

    Bahkan sempat mengenyam pendidikan hingga kelas 5 SD. Namun sikap Wiratman mulai berubah saat duduk di bangku kelas 5. Saat itu dia sering menyendiri dan tidak memiliki teman.

    Kondisinya semakin memburuk karena dia sering mengamuk dan melukai warga. Pihak keluarga yang melihat ada perubahan sikap kemudian berusaha untuk mengobati korban dengan membawanya ke rumah sakit.

    Tidak hanya itu saja, pihak keluarga juga berusaha mengobati Wiratman dengan membawanya ke orang pintar.

    Namun usaha tersebut tidak membuahkan hasil, Wiratman masih sering mengamuk dan melukai orang yang ada di dekatnya.

    “Semua sudah habis-habisan. Sudah diperiksakan ke Rumah Sakit Grasia lima kali, orang pintar. Semua tidak ada hasilnya. Sekarang saya pasrah, sudah tidak punya apa-apa lagi untuk mengobati anak saya,”jelasnya.
    Wariyo mengaku, kondisi anaknya tersebut saat ini belum berubah, masih sering mengamuk terutama saat kehabisan obat. 

    Satu-satunya upaya yang bisa dilakukan keluarga hanya memasungnya. Bahkan kondisi Wiratman yang masih sering mengamuk tersebut membuat istrinya tidak tahan dan memilih untuk tinggal di rumah anaknya di Yogyakarta.

    Kini, untuk mengurus Wiratman, Wariyo hanya berjuang sendiri. Setiap hari harus memasak dan menyediakan makan. 

    Sementara untuk membeli obat, dirinya terpaksa harus mencari ke salah satu apotik di Yogyakarta.

    Note: Situs Web

    Batam " Penyerangan Barak Brimob di Batam Pangdam Teriak: Aku Ini Pangdammu, Segera Kembali ke Batalyon"

    TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pangdam Bukit Barisan Mayor Jenderal TNI Winston P. Simanjutak tiba di lokasi bentrok dengan mengendarai mobil Land Cruiser berplat nomor 1-1. Pangdam melintas dari arah jalan Simpang Barelang menuju jalur Mako Brimob.

    Pangdam Teriak: Aku Ini Pangdammu, Segera Kembali ke Batalyon

    Dua truk marinir dari satuan Batalyon 10 Satria Bhumi Yudha berlindung dari tembakan saat keluar dari markas Brimob Polda Kepri, Batam, usai mengantar anggota brimob yang sedang bertugas, Rabu (19/11/2014). TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO 


    Pangdam yang menggunakan pengeras suara dan duduk di tempat duduk bagian depan mobil, meminta agar anggota TNI segera kembali ke batalyon.
    "Aku ini Pangdammu. Kepada anggota TNI yang masih di luar segera kembali ke Batalyon," serunya berulang kali sambil mengarahkan pengeras ke samping jalan, Rabu (19/11/2014) malam.

    Jalannya yang macet akibat kerumunan warga dan sejumlah kendaraan tiba-tiba bergeser dan memberikan jalan untuk Pangdam lewat.

    Suasana tiba-tiba diam dan tak terdengar lagi bunyi tembakan.

    Note: Situs Web

    Galang Batang "Ibu-ibu Desak Polisi Usut Tuntas Foto Bugil Guru PAUD"

    TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Sejumlah ibu-ibu di Kelurahan Galang Batang Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri mendatangi kantor Polsek Gunung Kijang, Rabu (19/11/2014).

    Ibu-ibu Desak Polisi Usut Tuntas Foto Bugil Guru PAUD

    Sejumlah ibu-ibu di Kelurahan Galang Batang Kecamatan Gunung Kijang Kabupaten Bintan Provinsi Kepri mendatangi kantor Polsek Gunung Kijang, Rabu (19/11/2014).


    Kedatangan mereka meminta agar pihak kepolisian Gunung Kijang bisa menangkap MS, oknum guru PAUD yang sudah meresahkan warga. Perbuatan tercelanya dengan mengunggah foto bugil pribadi di akun facebook (FB) miliknya.

    Kedatangan ibu-ibu tersebut langsung disambut oleh Kanit Reskrim Polsek Gunung Kijang, Ipda Purbowo. Kepada Purbowo, ibu-ibu ini mengatakan agar pihak kepolisian harus bertindak tegas dan menyelesaikan permasalahan guru PAUD tersebut.

    "Kami sebegai masyarakat tidak terima dengan perbuatan dia. Dia sudah mencemarkan nama baik kampung kami. Dan kami sebagai perempuan juga malu melihat ulah dia yang seperti ini," sebut salah seorang ibu tersebut, Rabu (19/11/2014).

    Menurut warga, perbuatan MS sudah sangat keterlaluan. Pasalnya bukan kali ini saja MS bermasalah. Sekitar dua tahun lalu dia juga pernah membuat resah warga Galang Batang. Namun permasalahannya bisa diselesaikan oleh ketua adat di kampung setempat.

    "Bukan kali ini saja dia bermasalah, dulu kaya gini juga, dia ketahuan selingkuh. Tetapi permasalahanya sudah diselesaikan. Bukanya malu, dia malah bikin ulah lagi," sebutnya.

    Mendapati keterangan dari masyarakat, pihak kepolisian berjanji akan memproses permasalahan ini dengan cepat. Setelah melakukan perbincangan dan diberikan pengertian, sekelompok ibu-ibu lalu meninggalkan Polsek Gunung Kijang.

    Sementara itu, Pihak Dinas Pendidikan Kabupaten Bintan melalui Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Kabupaten Bintan langsung meninjau ke lokasi tempat tinggal MS yang berada di kawasan Desa Galang Batang.

    Zulkarnain, Kabid PLS Disdikpora Bintan mengatakan sudah melakukan pengecekan setelah mendengar informasi terkait foto bugil MS yang tersebar tersebut.

    "Kita sudah mengonfirmasi kepada yang bersangkutan, dia mengakui dan meminta maaf atas perbuatannya tersebut," ucap Zulkarnain.

    Dari keterangan MS, ia mengatakan tidak sengaja mengunggah foto tersebut.
    "Ia mengaku kepencet dan tidak sengaja memposting sendiri fotonya di akun FB," ujar Zulkarnain menirukan pelaku.

    Walaupun MS sudah mengakui perbuatannya dan sudah meminta maaf, Zulkarnain tetap mengambil langkah tegas dengan memberikan teguran lisan keras terhadap MS.

    "Sementara ini, kita masih berikan teguran lisan, apabila memang benar terjadi persoalan satu kali lagi pada dirinya, kita akan ambil keputusan tegas," ujarnya.

    Kepala Unit Pelayanan Teknis (UPT) Pendidikan Anak Usia Sekolah (PAUS) Gunung Kijang, Rahmadi menjelaskan pihaknya belum mengetahui persis apakah gambar tersebut memang benar milik MS salah satu oknum guru PAUD yang mengajar di Desa Galang Batang.

    Rahmadi menjelaskan, pihaknya akan terus mendalami informasi ini bersama Kabid PLS Disdikpora Bintan. Kemudian berusaha memanggil pihak kepala sekolah PAUD untuk menghadap dan menjelaskan terkait informasi foto mesum tersebut.

    Note: Situs Web

    Aceh Jaya "Sesosok Mayat Ditemukan Terapung Di Laut Aceh Jaya"

    SERAMBINEWS.COM, CALANG – Satu sosok mayat laki-laki Rabu (19/11/2014), sekitar pukul 14.00 WIB ditemukan terapung di laut kawasan Lamno, Aceh Jaya. Mayat yang belum diketahui identitas tersebut disebut-sebut salah satu nelayan dari Aceh Barat. Sementara posisi mayat tersebut masih berada di laut dengan jarak sekitar 25 kilomter dari bibir pantai di daerah itu.


     “Saat ini mayat tersebut masih di laut, kita lagi menunggu di kawasan pantai kaki Gunung Geurutee, karena masih dilakukan evakuasi oleh nelayan di daerah itu,” Kata Kapolsek Jaya (Lamno), Aceh Jaya Ipda Hamdan kepada Serambinews.com, Rabu (19/11/2014), sekitar pukul 15.30 WIB.

    Hingga menjelang sore, mayat tersebut belum terindentifikasi secara jelas, pihak muspikada di Kecamatan Jaya (Lamno), Aceh Jaya masih menunggu mayat tersebut yang lagi dievakuasi dari laut.

    Note: Situs Web

    Eramuslim Memandang ISIS

    Written By Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat on Wednesday, November 19, 2014 | Wednesday, November 19, 2014

    Akhir akhir ini , Faksi Mujahidin ISIS telah menjadi pembicaraan di mana-mana , termasuk banyak netters juga menanyakan apa dan bagaimana sikap media eramuslim …

    isis1 
    Menjadi ISIS’S Fansboy atau Anti ISIS…

    Apalagi ketika ISIS telah menguasai wilayah sebagian wilayah Suriah dan Irak kemudian mendeklarasikan kekhilafahan di wilayah itu. Seketika saja berita itu segera menjadi topik terpanas , bahkan menjadi lubang fitnah dan pro kontra di kalangan para Mujahidin maupun Muslim sedunia, dari perdebatan para ulamanya, hingga kepada masyarakat umum, dan tidak terlepas perdebatan itu hadir di bumi Indonesia ini, dari Presiden, Menteri Agama, Kepolisian , bahkan sebagian tokoh agama dari berbagai organisasi bersegera menentukan sikap penolakannya, dengan alasan agama maupun alasan ketidak-sesuai paham ISIS dengan dasar Negara Pemerintahan Republik Indonesia, yaitu Pancasila.

    Banyak tulisan , video, wawancara bahkan dari kalangan Syeikhul Jihad seperti Syekh Al Maqdissi, Syeikh Abu Qatadah, Syeikh Abu Bashir, maupun Syeikh Aiman Al Jawahiri, dan beberapa ulama lainnya ikut memberikan pendapat penolakannya atas kehadiran Khilafah Daulah Islam ini.

    Ditambah lagi dengan hadirnya alunan musik yang dikomandani oleh Pihak Barat (tentunya AS sebagai motor penggiring opini dunia) , memberikan arahan kepada setiap negara negara yang dibawah pengaruhnya untuk koor bersama untuk mencegah kehadiran ISIS karena dipandang sebuah gerakan super ekstrimis dan menjual kekerasan, bahkan bukan saja hadirnya milisi maupun simpatisannya yang dilarang , atributnya pun  dilarang juga penampakannya, bahkan penampakkan simbol simbol ISIS telah dianggap sebagai sebuah bentuk kejahatan.

    Bagaimana dengan kami melihat itu semua?

    Kami memandang setiap perjuangan kaum Muslimin di berbagai dunia haruslah kami informasikan, karena kami sadar , masih adanya bentuk perlawanan tersebut telah menjadi sebuah kabar gembira untuk kami sebarkan kepada para netter. Karena kehadiran mereka, kami menaruh harapan akan masa depan Islam akan jaya suatu waktu nanti, walau dengan banyaknya pengorbanan darah dan nyawa mereka di medan Jihad.

    Kami beritakan perlawanan Hamas di Palestina, Kami beritakan perlawanan para Mujahidin di Libya, Yaman, Afghanistan , perjuangan Ikhwanul Muslimin di Mesir melawan Thagut Militer As Sisi, dan tentunya kebahagiaan tersendiri dengan munculnya perjuangan kaum muslimin di Suriah dan Irak , sebagai kabar berita yang membenarkan kabar Rasulullah SAW tentang keberkahan bumi Syam yang memunculkan para pejuang akhir zaman.

    Kami memberitakan berita berita perjuangan mereka sebagai Fastabiqul-khairot, mereka ingin menjadi pelaku sejarah yang  mampu berbuat banyak di bumi jihadnya. Walaupun kami sadar ,  khususnya masih banyaknya pertikaian antar faksi Jihad di Irak dan Suriah akhir akhir ini , dan kami sengaja tidak membahas lebih dalam , mengingat masalah tersebut sangat begitu kompleks, dan membuat kami harus berhati hati bersikap, apalagi  ikut terlibat mencela , ungkapkan berita miring terhadap salah satu faksi jihad.

    Sebagai bentuk sadar diri, kami dalam posisi yang tidak pantas untuk menilainya, apalagi mencela, memfitnah dan memberikan label label takfiri, khawarij, dan label label negatif lainnya terhadap salah satu dari mereka.

    Kami khawatir bisa jadi mereka para mujahidin yang kami fitnah dan hina ternyata lebih baik di hadapan Allah.

    Apalagi kami sebagai media , yang dibaca ratusan ribu netters per harinya , tidak ingin mempertanggung-jawabkan perbuatan hinaan dan celaan kami di hadapan Allah di pengadilan akhirat kelak.

    Semua alasan-alasan  itu membuat kami hanya bersikap husnudzhan terhadap faksi faksi jihad tersebut, dan berdoa kepada Allah agar mereka semua kembali menyatukan dan merapatkan barisannya, dan menyingkirkan tiupan tiupan fitnah Iblis dan para pasukannya yang sengaja dihembuskan untuk memporak-porandakan barisan Mujahidin Islam di manapun .

    Ya Allah, Kami mencintai mereka semua, para Mujahidin…kabulkanlah permohonan kami ini…Aamiin

    Maafkan…beginilah pandangan kami…

    (Redaksi)

    Note: Situs Web

    Pidie: "Ngaku Takut Pulang, Mojok di Rumah Sakit"

    *Akhirnya Berlabuh di Markas WH

    SIGLI - Ulah dua remaja nonmuhrim ini memang keterlaluan. Dengan dalih takut pulang ke rumah, lelaki Fir (19) warga Paru Keude, Pidie Jaya dan wanita Nah (18) warga Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie, memilih melanjutkan kencan di Rumah Sakit Umum (RSU) Tgk Chiek Di Tiro Sigli, hingga dicokok Satpam Rumah Sakit serta personil Wilayatul Hisbah Pidie, Senin (17/11) jelang subuh.

    Kedua remaja yang saudara bukan serta juga tidak terikat status suami istri itu, bertandang ke rumah sakit dengan lagak mengunjungi pasien. Padahal keduanya yang tercatat sebagai siswa sebuah SMA itu hanya ingin menghabiskan malam, dan akhirnya digelandang ke Markas WH Pidie.

    Kasatpol-PP dan WH Pidie, Sabaruddin SH, kepada Prohaba, Senin (17/11) mengatakan, berdasarkan keterangan Fir dan Nah kepada anggota WH, awalnya mereka wara wiri dengan sepeda motor. Acara ngalor ngidul tanpa tujuan itu berlangsung hingga malam. “Si perempuan ngaku tidak berani pulang ke rumah karena sudah malam, takut dimarahi orang tuanya,” kata Sabaruddin.

    Entah karena latar itu atau karena faktor lain, keduanya malah memutuskan untuk pergi ke RSU Sigli dengan lakon menjenguk kerabat yang sakit. Di rumah sakit itu ternyata keduanya melanjutkan ‘mojok’. Akhirnya perbuatan menjurus esek esek itu tercium oleh Satpam RSU serta keduanya digelandang ke Markas WH. “Hari ini, kami akan panggil orang tua kedua belah pihak dan keuchik mereka. Pasangan yang masih berstatus siswa itu akan kita serahkan kepada orang tua untuk dibimbing supaya tidak mengulangi perbuatan yang sama,” kata Sabaruddin.(naz)

    Editor : bakri
     
    Note: Situs Web

    CPNS

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA

    Univeritas

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA

    Pemilu

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA

    Berita Kota Subulussalam

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA