Written By Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat on Thursday, February 09, 2012 | Thursday, February 09, 2012

  Berbahaya 'Mengubur' Korban Petir di Lumpur
KEPALA Puskesmas Penanggalan, dr Syarifin Usman Kombih yang menangani delapan warga Subulussalam yang jadi korban sambaran petir mengatakan, kondisi para korban semakin membaik meski lima di antaranya tergolong parah sehingga harus menjalani rawat inap. “Tiga korban sudah diperbolehkan pulang,” kata Syarifin yang dihubungi Serambi, Rabu kemarin.

Menurut Syarifin, kelima korban yang sempat kritis dipastikan berangsur pulih setelah pasien buang air kecil (kencing). Secara medis, menurut Syarifin, korban sambaran petir atau kesetrum bisa dipastikan pulih jika sudah kencing. “Kalau korban kesetrum belum bisa kencing, tetap diopname sampai bisa kencing,” katanya.

Mengenai kebiasaan turun temurun di masyarakat yang menanam (mengubur) dalam lumpur korban sambaran petir agar tidak kepanasan, menurut Syarifin belum ada suatu anjuran medis menyangkut kebiasaan itu.

Secara medis, kata Syarifin, pasien korban petir justru harus dipanasin. “Sebab jika ditanam dalam lumpur bisa berakibat fatal terhadap korban yang mengalami luka karena bisa menimbulkan infeksi tetanus,” kata Kepala Puskesmas Penanggalan.(khalidin)

Editor : bakri
==========================================================
Langka, tapi Fenomena Alam Biasa
HUJAN es yang mengguyur Kota Subulussalam, meski sesuatu yang langka namun merupakan fenomena alam yang wajar. “Volume endapan hujan yang lebih besar di dalam awan bisa membentuk partikel berbentuk es (bekuan). Fenomena ini terjadi saat adanya pertumbuhan awan Cumulonimbus (CB) yang begitu besar, luas, dan menjulang tinggi di langit,” kata Kepala Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Meulaboh- Nagan Raya, Edi Darlupti SE.

Edi menjelaskan itu menanggapi pertanyaan Serambi terkait fenomena hujan es di Subulussalam, Rabu (8/2) sore. Menurut Edi, meskipun itu dianggap fenomena alam biasa, namun karena langka makanya memunculkan penafsiran macam-macam di masyarakat.

Edi mengingatkan, fenomena hujan es itu berbahaya karena yang berjatuhan itu adalah partikel keras sehingga sedapat mungkin harus dihindari. “Jika menimpa kendaraan atau kaca bisa menimbulkan kerusakan. Bahaya lainnya karena hujan es itu biasanya disertai   angin kencang dan petir. Secepatnya berlindung jika ada fenomena itu,” kata Edi.

Jangan dimakan
Edi Darlupti juga mengingatkan masyarakat jangan mengonsumsi butiran atau bongkahan es yang jatuh dari langit karena kandungannya tentu tidak sama dengan es buatan yang diproduk di lemari pendingin.

“Butiran es yang disebut hujan es itu bisa jadi mengandung unsur yang berbahaya bagi kesehatan, karena itu ada baiknya jangan dikonsumsi. Apa saja kandungannya tentu perlu penelitian, tetapi saya sarankan lebih baik tak usah dimakan,” kata Edi.(dedi iskandar)
========================================================
* Petir Setrum Delapan Warga

SUBULUSSALAM - Hujan es kembali mengguyur Kota Subulussalam, Rabu (8/2) sore yang merupakan fenomena langka ketiga dalam sepekan terakhir. Butiran es seukuran bulir jagung hingga kerikil tersebut sempat membuat panik, apalagi ketika menimpa benda-benda keras seperti atap rumah dan kendaraan.

Pengamatan Serambi, hujan es mengguyur Subulussalam sekitar 20 menit sejak pukul 15.00 WIB. Fenomena menghebohkan itu terjadi setelah beberapa menit sebelumnya turun hujan deras disertai angin kencang. Hujan deras berlangsung hingga pukul 17.00 WIB.

Peristiwa langka itu selain memunculkan perasaan was-was juga tak sedikit warga yang berusaha menikmati suasana itu. Ada yang penasaran dan mengejar setiap butiran es yang jatuh. Tak sedikit pula warga yang memakan butiran es yang kebekuannya bertahan hingga lima menit. Tiba-tiba saja berkembang pemahaman yang tak jelas alasannya bahwa memakan butiran es itu baik untuk kesehatan.

Fenomena hujan es yang khusus mengguyur Kota Subulussalam berkembang secara berantai melalui informasi dari mulut ke mulut maupun sms dan BlackBerry Masenger (BBM). Banyak pula yang mengabadikan peristiwa langka tersebut dengan kamera.

Seorang warga Subulussalam, Ny Herlina kepada Serambi mengaku, hingga usianya 28 tahun belum pernah mengalami peristiwa hujan es. Namun dalam sepekan terakhir fenomena itu sudah tiga kali terjadi. Yang pertama, Rabu (1/2) dan yang kedua, Sabtu (4/2).

Kepanikan terjadi karena fenomena hujan es yang mengguyur Subulussalam kali ini juga disertai angin puting beliung dan sambaran petir. “Selama ini setiap hujan turun diiringi petir, tapi kali ini ada hujan es dan angin puting beliung,” kata Herlina.

Anehnya, hujan es hanya turun di sekitar Subulussalam. Sedangkan di kawasan-kawasan lain dalam wilayah kota tersebut tidak ada fenemona seperti itu. “Kalau di tempat kami jangankan hujan es, hujan biasa pun tidak, angin juga tidak terasa,” kata Sabaria, warga Kecamatan Sultan Daulat yang hanya berjarak dua kilometer dari Kota Subulussalam.

Selain fenomena hujan es, warga Kota Subulussalam juga dipanikkan gelegar petir yang sempat menyetrum delapan warga. Tiga dari delapan korban petir sempat ditanam dalam lumpur sebelum diboyong ke rumah sakit. Menurut keyakinan masyarakat setempat, menanam korban dalam lumpur bisa sebagai penawar sengatan petir.

Empat dari delapan korban sambaran petir tercatat sebagai siswi Madrasah Tsanawiyah Swasta (MTsS) Pondok Pesantren Mardhatillah, Desa Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri. Mereka adalah Suryanti (15), Nur Lela (15), Nurhayati (14) ketiganya siswi kelas III dan Elvi (8) santri. Selain anak didik, seorang guru pesantren bernama Aslamiah (26) bersama putrinya Hafiza (2) tak luput dari sambaran petir. Sedangkan dua korban lainnya merupakan penduduk Desa Suka Makmur, Kecamatan Simpang Kiri yaitu Heri Jona (18) dan Hamat Sagala (43).

Petugas Ponpes Mardhatillah, Darwin (29) mengatakan, petir menyambar sekitar pukul 15.20 WIB sesaat setelah hujan deras dan angin kencang. Saat itu santri sedang di kantin dan sebagian lainnya di kelas. “Sambaran petir hanya mengenai enam orang, termasuk istri dan anak saya,” kata Darwin.

Korban baru merasakan sengatan panas seperti disetrum setelah 15 menit kejadian. Korban langsung menjerit dan berhamburan minta tolong. “Kami langsung menolong dengan cara menanam korban di dalam lumpur. Setelah itu korban diboyong ke Puskesmas Penanggalan untuk penanganan medis,” kata Darwin.

Pada Rabu (8/2), Kota Subulussalam juga diterjang angin puting beliung merusak belasan rumah penduduk serta menumbangkan pohon. Arus listrik di Kota Subulussalam sempat padam tiga jam.

Camat Simpang Kiri, Mustoliq mengatakan, korban puting beliung pada Rabu sore masih dalam pendataan. Sedangkan peristiwa serupa yang terjadi Sabtu (4/2), sebanyak 29 rumah rusak.(kh)

Editor : bakri

Editor : bakri
Laporan  Khalidin | Subulussalam
hujan_es_11.jpg
Khalidin/SERAMBI
Butiran es yang ditampung warga Kota Subulussalam, Rabu (8/2/2012)
SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM -  Warga Kota Subulussalam kembali dihebohkan dengan turunnya hujan es, Rabu (8/2/2012) sore. Fenomena hujan yang disertai butiran es batu sebesar kerikil tersebut terjadi sekitar pukul 15.00 WIB. Hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Subulussalam diwarnai dengan turunnya butiran es sebesar kerikil.

Angin kencang dan sambaran petir yang menggelegar membuat sejumlah warga takut keluar rumah. Salah seorang warga, Ny. Lina, kepada Serambinews.com mengatakan, hujan butiran es batu tersebut merupakan yang ketika kalinya dalam bulan ini. Sebelumnya, hujan es disertai angina kencang juga melanda daerah ini pada Rabu (1/2/2012) dan Sabtu (4/2/2012) lalu.

Dikatakan, pada awalnya hujan turun biasa namun tidak lama kemudian angina kencang melanda dan disusul turunnya butiran es. "Selang beberapa menit tiba-tiba ada suara krentang krenteng di atap seng, saya pikir ada yang lembar batu krikil taunya turun hujan es,” kata Lina seraya mengatakan tidak tahu fenomena hujan es tersebut. Selain hujan es, sejumlah seng rumah penduduk beterbangan. Sebelumnya, puluhan rumah penduduk di Subulussalam disapu putting beling (**)

Editor : arif
========================================================
Laporan Khalidin | Subulussalam
petir1.jpg
Khalidin/SERAMBI
Sebanyak delapan warga Subulussalam terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah disambar petir saat hujan deras disertai angin kencang melanda daerah ini, Rabu (8/2/2012) sore.
SERAMBINEWS.COM -  Sebanyak delapan warga Subulussalam terpaksa dilarikan ke rumah sakit setelah disambar petir saat hujan deras disertai angin kencang melanda daerah ini, Rabu (8/2/2012) sore.

Tiga dari delapan korban adalah santriwati di Ponpes Mardhatilllah. Mereka disambar petir saat sedang belajar. Sementara tiga korban lainnya adalah anak kecil dan seorang guru di ponpes tersebut.

Editor : arif
 ===========================================================
Baca Korannya Disini 
Sabtu tanggal 4 Februari 2012 Kota Subulussalam dihadiahi hujan es dan angin kencang, yang mengakibatkan beberapa rumah penduduk hancur berat dan ringan. Seperti tampak dalam gambar di Komplek Terminal, dan di Dusun Lae Oram puluhan rumah hancur diterjang angin kencang tersebut, sehingga pada saat itu masyarakat di sana kocar-kacir mencari penyelamatan.Setelah angin reda, wartawan Media ini menelpon Sekdako melaporkan kejadian tersebut, beliau menyahuti dan memerintahkan kepada Rescue/Dinas Sosial/BPBD Kota Subulussalam. Tak lama kemudian bilangan puluhan menit Pemerintah Kota Subulussalam melalui dinas terkait langsung turun kelapangan meninjau dan melihat keadaan sebenarnya, seberapa parahkah korban masyarakat?. Mudah-mudahan insyaAllah korban jiwa tidak ada, akan tetapi kerugian material ditaksir puluhan juta rupiah. Menurut keterangan beberapa korban yang sempat dikonfirmasi oleh media ini, mereka ini sangat mengharapkan bantuan Pemerintah Kota Subulussalam dalam penyelesesaian pembangunan kerusakan tersebut. Masyarakat juga berterimakasih sangat kepada Pemerintah Kota Subulussalam, karena dalam keadaan seperti ini, Pemerintah Kota langsung menurunkan tim dan memberikan bantuan tenda darurat untuk tinggal sementara bagi korban angin kencang tersebut. Harapan ini kiranya disahuti oleh Walikota Subulussalam dan beserta jajarannya agar penderitaan masyarakat dalam hal ini dapat terobati.

Terimakasih Pak Walikota..!!!
(Saran) 




Share this article :
Comments
0 Comments

Post a Comment

Berikan Komentar Anda, Karena Komentar Anda Sangat Kami Harapkan