Archive

Popular Posts

Buka Usaha

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA

    Gosip

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA

    Beasiswa Kota Subulussalam

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA
    Powered by Blogger.

    Visitors

    Takut Islamis Memimpin, Pemimpin Afrika Serukan Barat Intervensi Konflik Di Libya

    Written By Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat on Wednesday, December 17, 2014 | Wednesday, December 17, 2014

    Pemimpin negara-negara Afrika mendesak Barat untuk campur tangan dalam konflik di Libya, dan meminta untuk membantu mereka menghentikan aliran senjata kepada kelompok-kelompok bersenjata di wilayah utara Afrika.

    konflik libya 
     
    Dalam forum keamanan yang diselenggarakan di ibukota Senegal, Dakkar, pada Selasa (16/12), para pemimpin Afrika mendesak adanya kebutuhan untuk menyelesaikan krisis Libya, yang mulai mengancam stabilitas pemerintah mereka dan wilayah di utara benua Afrika yang rapuh.

    Situasi memburuk di Libya terjadi pasca penggulingan mantan pemimpin Libya Muammar Gaddafi pada tahun 2011, dimana sejumlah kelompok menglegitimasi pemerintahan yang dibuatnya untuk berlomba-lomba menguasai Libya.

    Negara-negara Afrika khawatir kekacauan yang terjadi di Libya telah meningkatkan pengiriman senjata ke sejumlah kelompok-kelompok bersenjata di negara tetangga.

    Sementara itu Presiden Chad, Idriss Deby, dalam pidatonya mengatakan “solusi untuk krisis yang melanda negeri ini (Libya) tidak di tangan Afrika, tapi di tangan Barat, terutama NATO.” (Bbcarabic/Ram)

    Uni Eropa : Pengakuan Negara Palestina, Antara Ada Dan Tiada ???

    Parlemen Eropa diperkirakan tidak akan mengajukan rancangan resolusi untuk mengakui negara Palestina, dan lebih mendesak ke dua negara untuk segera mengadakan pembicaraan damai.

    FRANCE-EU-PARLIAMENT-VOTE
     
    Rancangan resolusi sendiri diajukan oleh anggota parlemen Uni Eropa dari Partai Sosial Demokrat dan Partai Hijau, yang menyerukan ke 28 anggota Uni Eropa untuk mengakui negara Palestina tanpa syarat.

    Langkah itu muncul setelah keputusan resmi pemerintah Swedia mengakui negara Palestina pada bulan Oktober lalu, yang kemudian disusul oleh parlemen dari Inggris, Perancis, Irlandia, Spanyol, dalam resolusi tidak mengikat yang menyerukan pemerintah mereka untuk mengakui Palestina.

    Perlu diketahui bahwa gerakan pengakuan Palestina muncul kekecewaan mereka terhadap Israel, yang terus membangun permukiman baru Yahudi di wilayah Palestina.

    Akan tetapi langkah ini akan mendapat hambatan setelah Partai Rakyat Eropa yang merupakan blok terbesar di Parlemen Eropa dengan koalisinya dari Aliansi Liberal dan Demokrat, menyatakan bahwa pengakuan harus menjadi bagian dari kesepakatan antara Palestina dan Israel yang dicapai melalui negosiasi.

    Rabu (17/12) sore, rencananya parlemen Eropa akan melakukan voting suara terhadap rancangan resolusi pengakuan negara Palestina. (Skynewsarab/Ram)

    Kuasai Spanyol, Cathedral Cordoba Hapus Kata Masjid Dari Bangunan Peninggalan Sejarah Islam

    Pemerintah Andalusia (Spanyol selatan) memprotes kebijakan Keuskupan Cordoba yang menghapus kata Masjid dari “Masjid Cathedral Cordoba,” yang merupakan peninggalan bersejarah umat Islam yang dibangun pada abad ke 8.

    masjid cordoba
     
    Masjid Cordoba dibangun oleh umat Islam pada abad ke 8 dan merupakan salah satu landmark Cordoba terbesar yang menjadi sumber keilmuan dan budaya di masa itu.

    Akan tetapi ketika kaum Kristiani kembali menguasai Cordoba pada abad ke 13, mereka mendirikan Katedral di tengah Masjid yang hingga kini menjadi perdebatan mengenai nama tempat tersebut.

    Selain menghapus kata Masjid dari situs Cathedral, pihak keuskupan juga menghapusnya dari tiket masuk dan selebaran promosi.

    Menanggapi hal tersebut, Menteri Pariwisata di Provinsi Andalusia, Rafael Rodriguez, mengatakan “mencoba untuk menyembunyikan fakta bahwa bangunan tersebut adalah masjid, ini tidak masuk akal. Ini seperti mengganti nama Istana Al hambra dengan Palace of Charles V,” seperti dilansir surat kabar Spanyol El Pais.

    Menurutnya Keuskupan Cordoba lebih mengutamakan keyakinan agama daripada pada akal sehat dan sejarah bangunan, dan menyebutnya sebagai “fundamentalisme.” (Rassd/Ram)

    Video Parade Drone Ababil 1 Kebanggan Palestina Di Langit Gaza

    Brigade Izzuddin al Qassam kembali menunjukan kecanggihan drone buatannya “Ababil 1” dalam parade militer memperingati hari jadi Hamas ke 27 pada hari Minggu (14/12) kemarin.

    ababil 1
     
    Dalam parade yang di ikuti oleh sekitar 2000 pejuang dengan berbagai jenis senjata buatan, Hamas dengan bangga memamerkan sejumlah senjata terbaru mereka yang membuat ciut militer Israel pada agresi militer pada 3 Juli lalu.

    Al Qassam berhasil mengembangkan drone Ababil 1 yang digunakan untuk mengintai dan memantau wilayah Israel dalam agresi terakhir di Jalur Gaza. (Rassd/Ram)

    Berikut cuplikan video Ababil 1 :


    Alihkan Isu, Bashar al Assad Tuding Hamas Intervensi Urusan Internal Suriah

    Gerakan Perlawanan Islam “Hamas” membantah keras pernyataan Presiden Suriah, Bashar al-Assad, yang menuding mereka telah campur tangan dalam urusan Suriah.

    hamas logo 1 
     
    Dalam pernyataan resmi Hamas melalui jubirnya, Sami Abu Zuhri, mengatakan “apa yang dituduhkan Presiden Bashar al Assad tidak berdasar,” seperti dilansir kantor berita Anatolia.

    Sami Abu Zuhri menambahkan “Hamas adalah satu-satunya faksi Palestina yang meninggalkan wilayah Suriah, agar tidak menjadi pihak yang memperkeruh situasi di sana.”

    Abu Zuhri mengakui bahwa keberadaan anggotanya di wilayah Suriah, akan tetapi “kami tidak akan pernah ikut campur tangan dalam setiap urusan internal negara Arab,” ujarnya.

    Sebelumnya pada hari Selasa (16/12) kemarin, Presiden Bashar al-Assad menuduh Hamas dalam sambutannya di depan media telah mencampuri urusan internal di Suriah.

    Perlu diketahui bahwa Hamas membuka kantor biro politiknya di ibukota Damaskus sebelum akhirnya menutup kantor tersebut pada tahun 2011 lalu. (Rassd/Ram)

    Di Klaim Dapat Lindungi Israel Di Masa Depan, Uji Coba Rudal Arrow-3 Gagal Total

    Israel dilaporkan gagal melakukan uji coba rudal Arrow-3 yang dirancang untuk mencegat rudal balistik pada hari Selasa (16/12) kemarin, setelah sebelumnya diklaim berhasil oleh Kementerian Pertahanan, seperti dilansir Channel 2 Israel.

    rudal gagal 
     
    Dalam keterangannya, Kementerian Pertahanan Israel mengatakan “peluncuran uji coba rudal Arrow-3 target adalah sukses,” akan tetapi pernyataan ini tidak benar karena kerusakan teknis pada menit terakhir telah menyebabkan peluncuran gagal.

    Arrow-3 adalah rudal yang dirancang Israel untuk mencegat rudal jarak jauh dan akan menjadi bagian dari sistem pertahanan Israel, seperti dilansir kantor berita Anatolia.

    Rudal ini dikembangkan bersama antara Dephan Amerika Serikat dengan Dephan Israel, dengan AS sebagai penyandang dana pengembangan rudal ini.

    Israel sumbar bahwa Arrow-3 nantinya dapat melindungi Israel dari risiko ancaman rudal balistik dari belahan dunia manapun. (Rassd/Ram)

    Barack Obama : Tidak Akan Ada Tempat Aman Bagi Milisi Negara Islam (ISIS)

    Presiden AS, Barack Obama, mengatakan bahwa koalisi internasional tidak akan membiarkan tempat aman bagi militan Negara Islam, dan bersumpah akan memberantas mereka hingga habis.

    Barrack obama
     
    Pernyataan ini dilontarkan Obama dalam pidatonya di depan ratusan tentara AS di base Fort Dix, dalam acara tasyakuran atas peran Angkatan Darat AS di berbagai belahan dunia.

    “Tentu mereka menyadari bahwa aliansi tidak akan hanya menghilangkan organisasi barbar ini dari wilayah dan akan terus menekan mereka,” ujar Obama.

    Selain itu Obama juga mengklaim bahwa pasukan koalisi internasional berhasil mengambil alih sebuah kamp militer, dan menyita ratusan kendaran tempur dan senjata milik organisasi Negara Islam.

    Beralih ke Afghanistan, orang no 1 di AS ini menyatakan akan mengakhiri misi tempur di Afghanistan pada akhir tahun 2014, dan hanya menyisahkan sedikit tentara AS untuk pelatihan pasukan keamanan Afghanistan dalam operasi anti-terorisme.

    Acara tersebut juga dihadiri gubernur wilayah New Jersey, Chris Christie, yang digadang-gadang akan menggantikan Obama dalam pemilihan presiden 2016 mendatang. (Skynewsarabia/Ram)

    Taliban Serang Balas: Serbu dan Sandera Sekolah Militer Pakistan

    Written By Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat on Tuesday, December 16, 2014 | Tuesday, December 16, 2014

    Serangan Taliban ke sekolah yang dikelola militer Pakistan di kota Peshawar, Pakistan menewaskan sedikitnya 84 orang. Kelompok Taliban mengklaim serangan itu sebagai pembalasan atas serangan-serangan militer Pakistan.

    TaharakTalibanPakistan-300x168 
     
    “Kami memilih sekolah militer tersebut untuk diserang karena pemerintah menargetkan keluarga kami dan kaum perempuan kami ,” cetus juru bicara Taliban Muhammad Umar Khorasani seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (16/12/2014).

    “Kami ingin mereka merasakan penderitaan,” imbuhnya.

    “Itu serangan pembalasan atas operasi militer di North Waziristan,” cetusnya mengenai operasi anti-Taliban yang terus dilancarkan militer Pakistan sejak Juni lalu.

    Pejabat-pejabat militer menyatakan, setidaknya enam pria bersenjata telah masuk ke sekolah Army Public School tersebut dan menyandera para guru dan siswa. Sekitar 500 murid dan guru diyakini berada di dalam sekolah saat kejadian.

    Saat ini operasi militer masih dilakukan,  belum diketahui berapa orang yang masih disandera para militan. (dtk/KH)

    Erdogan : Bangun Pertahanan Nasional, Turki Akan Buat Rudal Jelajah 2500 KM di Masa Mendatang

    Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan, menyatakan negaranya akan melepas ketergantungan pada bidang industri pertahanan di tahun 2023 mendatang, sebagai bentuk prestasi yang menandai 100 berdirinya Republik Turki.

    erdogan 
     
    Pernyataan ini disampaikan Erdogan dalam pidatonya di kota Istanbul, saat peluncuran satelit komunikasi ” Turksat 6A”, dan mengatakan “bahwa satelit baru tersebut akan digunakan untuk komersial dan militer,” seperti dilansir kantor berita Anatolia.

    Erdogan menambahkan “Turki yang kini mendapat banyak kemajuan dalam bidang industri pertahanan, terutama berkaitan dengan kendaraan lapis baja, roket, rudal, dan senjata lokal. Turki hari ini dapat membuat rudal dengan jelajah 250 km, akan tetapi di masa depan kita akan membuat rudal dengan jangkauan 750, 1.500 dan 2.500 kilometer.”

    “Mengapa kita tidak bisa mengelolanya dan mendapatkan keuntungan dalam jumlah besar di balik itu,” ujar Erdogan.

    Perlu diketahui bahwa Turki berencana untuk membangun sebuah taman teknologi di dekat Bandar Udara Internasional Sabiha Gokcen di bagian Asia dari kota Istanbul, dan akan menjadi yang terbesar di Turki nantinya. (Rassd/Ram)

    Mursyid ‘Aam Syiah Iran : Kalau Bukan Karena Dukungan Iran Ke Suriah, Niscaya Irak Sudah Dikuasai Kaum Sunni

    Mursyid ‘Aam Iran, Mohammad Mohammadi Golpayegani, mengungkapkan bahwa Iran berperan penting dalam mempertahankan rezim pemerintahan Irak dan Suriah.

    Mohammad Mohammadi Golpayegani 
     
    Pernyataan ini dilontarkan Mohammadi Golpayegani dalam pidatonya di kota Shiraz hari Sabtu (13/12) kemarin, menanggapi kritikan terhadap Iran dalam dukungannya terhadap rezim Bashar al Assad.

    Dalam acara tersebut, Mohammadi Golpayegani, mengatakan “kalau bukan karena dukungan Iran ke Suriah, maka kami akan kehilangan juga Irak,” seperti dilansir kantor berita ISNA, Iran.

    Selain itu Mohammadi Golpayegani juga mengungkapkan bahwa negaranya berperan aktif dalam membantu tentara pemerintah Irak dan Suriah dalam memerangi mujahidin Negara Islam.

    Hal senada juga diungkapkan asisten Kementerian Luar Negeri Iran, Hossein Amir Abdullahyan, yang mengatakan “penasihat militer Iran kini tengah berada di Irak dan Suriah untuk membantu pasukan pemerintah dalam memerangi terorisme.” (Alarabiya/Ram)

    Ingin Habisi Milisi ISIS, AS Percepat Penyerahan F-16 Ke Irak

    Juru bicara kantor Perdana Menteri Irak, Said Hadis, mengungkapkan bahwa pemerintah AS dikabarkan akan segera menyerahkan paket pertama pesawat tempur F-16 pesanan Baghdad, dalam rangka perang melawan milisi Negara Islam.

    File photo of a F-16 jet fighter flying over the NATO airbase in Aviano 
     
    Said Hadis mengatakan “percepatan ini ditekankan Menteri Pertahanan AS, Chuck Hagel, dalam kunjungan dadakannya ke ibukota Baghdad pada pekan lalu.”

    Menurut Hagel, percepatan bantuan persenjataan dan pelatihan pasukan pemerintah dapat mempercepat kemajuan dalam merebut kembali kota-kota yang telah diambil alih milisi Negara Islam.

    Hal senada juga dilontarkan juru bicara Departemen Pertahanan AS, Laksamana John Kirby, yang mengatakan “Amerika Serikat pada bulan lalu telah mempercepat pengiriman lebih dari 300 roket Hellfire dan ribuan senjata ringan beserta amunisinya ke Irak.”

    Perlu diketahui bahwa AS menganggarkan sekitar 64 miliar dolar AS dalam rangka perang melawan ISIS di Irak dan Suriah pada tahun 2015 mendatang. (Alarabiya/Ram)

    Rela Menyerahkan Nyawanya, Demi Umatnya …

    “Ya Allah. Sesungguhnya saya telah memberikan semuanya kepada fakir miskin warga Madinah secara cuma-cuma, dan memperhitungkan harganya”.

    4padangpasir 
     
    Kecintaan kepada Al-Qur’an dan pola yang diikutinya dalam beribadah, baginya bukan hanya sekedar bangun untuk mengerjakan shalat di waktu malam dan shaum di waktu siang hari saja, tetapi kemurahan juga yang sangat berlimpah dan pemberian yang tidak terbatas kepada orang-orang yang miskin. Kasih sayangnya kepada mereka tak terbatas, bagaikan lautan yang tak bertepi.

    Ruh hamba Allah ini, kian kemilau, disebabkan kemampuannya untuk hidup bersahaja, dan tidak terpengaruh oleh kemewahan dunia. Dan, hal ini benar-benar diterapkan dalam kehidupannya. Kekayaan yang dimiliki yang jumlahnya tak terhingga itu, dihamburkannya dengan kanan dan kirinya, hingga tak lagi bersisa.

    Sysurabil bin Muslim berkisah : “Utsman menyediakan makanan bagi kaum muslimin seperti makanan raja-raja. Padahal, ia sendiri hanya makan dengan minyak zaitun dan cuka”, ujarnya. Demikian pula, Abdullah bin Syaddat, mengisahkan : “Saya lihat Utsman berkhutbah hari Jum’at dengan memakain pakaian yang harganya empat atau lima dirham saja. Padahal, ia adalah seorang Amirul Mukminin”, ucapnya.

    Demikianlah, peringai seorang hamba Allah, yang berserah diri kepada Allah. Nafsu makannya ditekan dengan jalan puasa, dihinakannya kemegahan jahiliyah dalam jiwanya, dan dicukupkannhya hanya dengan kemuliaan Islam, hingga dirinya pun menjadi mulia.

    Pada suatu hari, ia marah terhadap pelayannya, ditariknya telinga pelayan itu sampai kesakitan. Ketika marahnya reda, ia menjadi gelisah karena perbuatannya itu. Sampai mengganggu tidurnya. Lalu, dipanggilnya pelayan itu, dan disuruhnya melakukan qishas terhadap dirinya dengan cara menarik telinganya. Tetapi, pelayan itu berpaling, dan tidak bersedia melakukannya. Utsman dengan gigih memaksanya. Kemudian, pelayan itu, akhirnya mau menarik telinga Utsman. “Keraskanlah tarikannya, hai Gulam?”, perintah Utsman. “Karena, qishas di dunia ini lebih ringan, dibandingkan qishas di akhirat nanti”, tambahnya.

    Demikian, keadaan hamba Allah yang tak dirinya tak terpisahkan dari Khaliqnya. Kita temui ia pada peristiwa ini, dan sebagaimana kita jumpai dalam peristiwa lainnya. Sekrang marilah masuk ke dalam masjid Madinah untuk menemui seorang laki-laki mulia dan berwibawa. Anehnya, ia tidur diatas batu kerikil dilantai masjid, sementara jubahnya dijadikan bantal. Tatkala ia terbangun dari tidurnya, terlihat bekas-bekas kerikil itu dipinggangnya…

    Siapakah laki-laki itu?

    Ternyata ia adalah seorang hamba ahli ibadah, dan zuhud yang telah menyerahkan dirinya yang telah menyerahkan dirinya kepada Allah Azza Wa Jalla. Dia tiada lain adalah Utsman bin Affan, seorang milyader, yang kaya raya, dan harta tak terhingga, baik sebelulm maupun sesudah masuk ke dalam Islam. Peristiwa ini mengingatkan kita kepada Abdullah bin Umar mengenai dirinya (Utsman), yakni perkataan yang diucapkannya setelah membaca surah Az-Zumar. “Apakah kalian yang lebih beruntung hai orang-orang musyrik? Ataukah orang yang beribadah di tengan malam dengan sujud dan berdiri, disebabkan karena takuktnya kepada (siksa) akhirat, dan harapannya akan rahmat Rabbnya..”

    Kata Abdullah bin Umar, yang dimaksudkan dengan ayat ini, tak lain, adalah Utsman bin Affan.

    Kisah kasih sayangnya Utsman, sangatlah menakjubkan. Merasuk pada seluruh relung kehidupannya. Dan, sama sekali tak dapat dipungkiri lagi, sejak dari perbuatan yang kecil dan biasa, sampai tindaknnya yang penting. Kasih sayangnya benar-benar telah menjadi motive utama yang melatar belakangi segala tindak dan perbuatannya.

    Di tengah malam, Utsman yang telah menjad Khalifah, tidak tega membangunkan pelayannya, agar menyediakan air wudhu. Padahal, waktu itu usianya sudah sangat lanjut, dan badannya sudah mulai udzur.

    Utsman menolak berlindung kepada orang lain dalam menghindarkan diri dari tebasan pedang para pembunuhnya. Ia tidak mau kebebasannya harus ditebus dengan cucuran darah dari tubuh seorang muslim yang tiada bersalah. Tatkala Zaib bin Tsabit masuk untuk mendapatkannya, dilihatnya kaum pemberontak telah berhimpun sesamanya dan sudah mengepung rumahnya. Maka, Tsabit berkata kepada Utsman, “Wahai Amirul Mukminin, mereka (orang-orang Anshar) s edang menunggu di depa pintu. JIka Khalifah menghendakinya, kami bersedia menjadi Anshar (pembela) untuk keduakalinya”, ucap Tsabit. Tetapi, Khalifah Utsman menjawab, “Kalau untuk berperang, saya tidak setuju”, jawabnya.

    Kepada para sahabatnya hyang sedang berkumpul di sekeliling rumahnya dalam rangka menghadapi kaum pemberontak, diserukannya, “Sesungguhnya orang yang teramat saya perlukan diantara tuan-tuan sekarang ini adalah orang yang dapat menahan tangan dan senjatanya”, seru Utsman. Tatkala Abu Hurairah menghunus pedang dengan semangat dan amarah yang bernyala-nyala, dipanggilnya ia, lalu berkata: “Apakah engkau hendak membunuah semua umat? Padahal, saya berada di tengah-tengah mereka ..? Demi Allah. Seandainya engkau membunuh salah seorang diantara mereka, berarti engkau membunuh seluruh ..!”, seru Utsman.

    Tatkala dilihatnya serombongan pemuda Islam yang dipimpin oleh Hasan, Husein, Ibnu Umar, Ibnu Zubeir telah menggantikan pada sahabat tadi, dan mereka telah menghunus pedang pula, maka hatinya pun amat sedih dan pilu. Diapanggilnya mereka, kemudian Utsman berkata : “Atas nama Allah. Saya minta dan saya mohon kepada kamu sekalian agar tak ada darah tertumpah karena saya”, ucapnya.

    Utsman rela menyerahkan nyawanya. Ia lebih suka mati dengan kesetiaannya terhadap kasih sayang. Daripada hidup dengan kehilangan kedudukan sebagai pelopor dari orang yang budiman yang penuh dengan kasih sayang. Sahabat Ali bin Abi Thalib, menyatakan : “Orang yang paling memperhatikan ikatan silaturrahmi di antara kita adalah Utsman”, ucapnya.

    Begitu indahnya kehidupan yang dicontohkan oleh sahabat Utsman bin Affan, yang menjadi contoh bagi kehidupan kaum mukminin, yang ingin meniti dijalan Rabbnya. Wallahu’alam. (ms)

    Sejumlah Negara Arab Masukan Dr. Yusuf al-Qaradawi Dalam Daftar Merah Interpol

    Ilmuan dan ulama Islam internasional mengutuk langkah sejumlah negara yang mendaftarkan nama Dr. Yusuf al-Qaradawi dalam daftar teroris internasional Interpol.

    Dr Yusuf Qaradhawi 
     
    Dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan pada hari Senin (15/12) menyatakan “sebuah negara seharusnya beradab tinggi untuk menghormati para ilmuwan dan ulama yang memiliki tempat khusus dalam masyarakat.”

    “Mereka seharusnya menghormati karya-karya para ulama dan ilmuan, serta mendorong kaum muda untuk mencintai dan menghormati mereka, bukan menyiksa dan menjadikan mereka target tuduhan palsu yang menghina dan tendensius.”

    Polisi internasional (Interpol) dalam web resminya telah menempatkan Dr.Qaradawi dalam daftar merah mereka atas tuduhan hasutan dan bantuan untuk melakukan pembunuhan serta kekerasan, hal ini mengacu pada pengadilan Mesir yang sebenarnya.

    Dengan ini nantinya Dr. Qaradawi dapat ditangkap atau ditahan sementara atas permintaan suatu negara, dalam persiapan untuk ekstradisi ke negaranya atas dasar surat perintah penangkapan.

    Diakhir pernyataan bersama, para ilmuan dan ulama Islam menuntut pencabutan nama al-Qaradawi dalam daftar merah Interpol, yang seharusnya menangkap penjahat yang membunuhi warga sipilnya tidak bersenjata dan berdosa. (Akhbarak/Ram)


    Darurat al Aqsha Akibat Kepungan Warga Yahudi

    Puluhan warga Yahudi kembali menyerbu Masjid al Aqsha dibawah pengawalan ketat aparat berwenang Israel pada Senin (15/12), seperti dilansir dari direktur Masjid.

    yahudi kepung aqsha 1 
     
    Dalam keterangannya, Sheikh Omar Kiswani, mengatakan “sebanyak 22 pemukim Yahudi dalam 4 kelompok menyerbu masjid al Aqsha melalui Gerbang Mughrabi pada Senin pagi.”

    Sementara itu ditempat lain, 2 orang pengurus Masjid al Aqsha dilaprokan diciduk apara keamanan Israel pada Senin dini hari waktu setempat.

    Seorang pengurus bernama Murad Hamad kembali dilepaskan oleh aparat keamanan Israel beberapa jam kemudian, sedangkan pengurus lainnya bernama Uday Sinokrot tidak diketahui beritanya.

    Sebelumnya kelompok ultra Yahudi ortodoks menyerukan pengepungan Masjid al Aqsha pada pekan ini, untuk memperingati hari raya Hanukkah. (Rassd/Ram)

    Hukum Mengucapkan Selamat Natal

    Written By Ikatan Pelajar Mahasiswa Sultan Daulat on Monday, December 15, 2014 | Monday, December 15, 2014

    Assalamu’alaikum Pa Ustadz

    sigit1 
     
    Saya ingin bertanya bagaimana hukumnya dalam Islam mengucapkan selamat natal. Apakah haram hukumnya? Bagaimana bila alasannya ingin menjaga hubungan baik dgn teman-teman ataupun relasi? Terima kasih untuk jawabannya.

    Pertanyaan kedua, bagaimana hukumnya seorang pegawai supermarket yang diminta atasan untuk mengenakan topi sinterklaus dalam rangka memeriahkan natal.

    Wassalamu’alaikum wr. wb.

    Waalaikumussalam Wr Wb

    Perbedaan Pendapat tentang Mengucapkan Selamat Natal

    Diantara tema yang mengandung perdebatan setiap tahunnya adalah ucapan selamat Hari Natal. Para ulama kontemporer berbeda pendapat didalam penentuan hukum fiqihnya antara yang mendukung ucapan selamat dengan yang menentangnya. Kedua kelompok ini bersandar kepada sejumlah dalil.

    Meskipun pengucapan selamat hari natal ini sebagiannya masuk didalam wilayah aqidah namun ia memiliki hukum fiqih yang bersandar kepada pemahaman yang mendalam, penelaahan yang rinci terhadap berbagai nash-nash syar’i.

    Ada dua pendapat didalam permasalahan ini :

    1. Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim dan para pengikutnya seperti Syeikh Ibn Baaz, Syeikh Ibnu Utsaimin—semoga Allah merahmati mereka—serta yang lainnya seperti Syeikh Ibrahim bin Muhammad al Huqoil berpendapat bahwa mengucapkan selamat Hari Natal hukumnya adalah haram karena perayaan ini adalah bagian dari syiar-syiar agama mereka. Allah tidak meredhoi adanya kekufuran terhadap hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya didalam pengucapan selamat kepada mereka adalah tasyabbuh (menyerupai) dengan mereka dan ini diharamkan.

    Diantara bentuk-bentuk tasyabbuh :

    1. Ikut serta didalam hari raya tersebut.
    2. Mentransfer perayaan-perayaan mereka ke neger-negeri islam.

    Mereka juga berpendapat wajib menjauhi berbagai perayaan orang-orang kafir, menjauhi dari sikap menyerupai perbuatan-perbuatan mereka, menjauhi berbagai sarana yang digunakan untuk menghadiri perayaan tersebut, tidak menolong seorang muslim didalam menyerupai perayaan hari raya mereka, tidak mengucapkan selamat atas hari raya mereka serta menjauhi penggunaan berbagai nama dan istilah khusus didalam ibadah mereka.

    2. Jumhur ulama kontemporer membolehkan mengucapkan selamat Hari Natal.
    Di antaranya Syeikh Yusuf al Qaradhawi yang berpendapat bahwa perubahan kondisi global lah yang menjadikanku berbeda dengan Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah didalam mengharamkan pengucapan selamat hari-hari Agama orang-orang Nasrani atau yang lainnya. Aku (Yusuf al Qaradhawi) membolehkan pengucapan itu apabila mereka (orang-orang Nasrani atau non muslim lainnya) adalah orang-orang yang cinta damai terhadap kaum muslimin, terlebih lagi apabila ada hubungan khsusus antara dirinya (non muslim) dengan seorang muslim, seperti : kerabat, tetangga rumah, teman kuliah, teman kerja dan lainnya. Hal ini termasuk didalam berbuat kebajikan yang tidak dilarang Allah swt namun dicintai-Nya sebagaimana Dia swt mencintai berbuat adil. Firman Allah swt :Artinya :

    إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ

    “Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al-Mumtahanah: 8)

    Terlebih lagi jika mereka mengucapkan selamat Hari Raya kepada kaum muslimin. Firman Allah swt :

    وَإِذَا حُيِّيْتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّواْ بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا ﴿٨٦﴾

    Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)

    Lembaga Riset dan Fatwa Eropa juga membolehkan pengucapan selamat ini jika mereka bukan termasuk orang-orang yang memerangi kaum muslimin khususnya dalam keadaan dimana kaum muslimin minoritas seperti di Barat. Setelah memaparkan berbagai dalil, Lembaga ini memberikan kesimpulan sebagai berikut : Tidak dilarang bagi seorang muslim atau Markaz Islam memberikan selamat atas perayaan ini, baik dengan lisan maupun pengiriman kartu ucapan yang tidak menampilkan simbol mereka atau berbagai ungkapan keagamaan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam seperti salib. Sesungguhnya Islam menafikan fikroh salib, firman-Nya :

    وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَكِن شُبِّهَ لَهُمْ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُواْ فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِّنْهُ مَا لَهُم بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلاَّ اتِّبَاعَ الظَّنِّ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا ﴿١٥٧﴾

    Artinya : “Padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka.” (QS. An Nisaa : 157)

    Kalimat-kalimat yang digunakan dalam pemberian selamat ini pun harus yang tidak mengandung pengukuhan atas agama mereka atau ridho dengannya. Adapun kalimat yang digunakan adalah kalimat pertemanan yang sudah dikenal dimasyarakat.

    Tidak dilarang untuk menerima berbagai hadiah dari mereka karena sesungguhnya Nabi saw telah menerima berbagai hadiah dari non muslim seperti al Muqouqis Pemimpin al Qibthi di Mesir dan juga yang lainnya dengan persyaratan bahwa hadiah itu bukanlah yang diharamkan oleh kaum muslimin seperti khomer, daging babi dan lainnya.

    Diantara para ulama yang membolehkan adalah DR. Abdus Sattar Fathullah Sa’id, ustadz bidang tafsir dan ilmu-ilmu Al Qur’an di Universitas Al Azhar, DR. Muhammad Sayyid Dasuki, ustadz Syari’ah di Univrsitas Qatar, Ustadz Musthafa az Zarqo serta Syeikh Muhammad Rasyd Ridho. (www.islamonline.net)

    Adapun MUI (Majelis Ulama Indonesia) pada tahun 1981 sebelum mengeluarkan fatwanya, terlebih dahulu mengemukakan dasar-dasar ajaran Islam dengan disertai berbagai dalil baik dari Al Qur’an maupun Hadits Nabi saw sebagai berikut :

    A) Bahwa ummat Islam diperbolehkan untuk bekerja sama dan bergaul dengan ummat agama-agama lain dalam masalah-masalah yang berhubungan dengan masalah keduniaan.

    B) Bahwa ummat Islam tidak boleh mencampur-adukkan agamanya dengan aqidah dan peribadatan agama lain.

    C) Bahwa ummat Islam harus mengakui ke-Nabian dan ke-Rasulan Isa Almasih bin Maryam sebagaimana pengakuan mereka kepada para Nabi dan Rasul yang lain.

    D) Bahwa barangsiapa berkeyakinan bahwa Tuhan itu lebih dari satu, Tuhan itu mempunyai anak dan Isa Almasih itu anaknya, maka orang itu kafir dan musyrik.

    E) Bahwa Allah pada hari kiamat nanti akan menanyakan Isa, apakah dia pada waktu di dunia menyuruh kaumnya agar mereka mengakui Isa dan Ibunya (Maryam) sebagai Tuhan. Isa menjawab: Tidak.

    F) Islam mengajarkan bahwa Allah SWT itu hanya satu.

    G) Islam mengajarkan ummatnya untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang syubhat dan dari larangan Allah SWT serta untuk mendahulukan menolak kerusakan daripada menarik kemaslahatan.

    Juga berdasarkan Kaidah Ushul Fikih

    ”Menolak kerusakan-kerusakan itu didahulukan daripada menarik kemaslahatan-kemaslahan (jika tidak demikian sangat mungkin mafasidnya yang diperoleh, sedangkan mushalihnya tidak dihasilkan)”.
     
    Untuk kemudian MUI mengeluarkan fatwanya berisi :
    1. Perayaan Natal di Indonesia meskipun tujuannya merayakan dan menghormati Nabi Isa as, akan tetapi Natal itu tidak dapat dipisahkan dari soal-soal yang diterangkan di atas.
    2. Mengikuti upacara Natal bersama bagi ummat Islam hukumnya haram.
    3. Agar ummat Islam tidak terjerumus kepada syubhat dan larangan Allah Subhanahu Wata’ala dianjurkan untuk tidak mengikuti kegiatan-kegiatan perayaan Natal.
    Mengucapkan Selamat Hari Natal Haram kecuali Darurat

    Diantara dalil yang digunakan para ulama yang membolehkan mengucapkan Selamat Hari Natal adalah firman Allah swt :

    لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ ﴿٨﴾

    Artinya : “Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan Berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang Berlaku adil.” (QS. Al Mumtahanah : 8)

    Ayat ini merupakan rukhshoh (keringanan) dari Allah swt untuk membina hubungan dengan orang-orang yang tidak memusuhi kaum mukminin dan tidak memerangi mereka. Ibnu Zaid mengatakan bahwa hal itu adalah pada awal-awal islam yaitu untuk menghindar dan meninggalkan perintah berperang kemudian di-mansukh (dihapus).

    Qatadhah mengatakan bahwa ayat ini dihapus dengan firman Allah swt :
    ….فَاقْتُلُواْ الْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ  ﴿٥﴾

    Artinya : “Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka.” (QS. At Taubah : 5)

    Adapula yang menyebutkan bahwa hukum ini dikarenakan satu sebab yaitu perdamaian. Ketika perdamaian hilang dengan futuh Mekah maka hukum didalam ayat ini di-mansukh (dihapus) dan yang tinggal hanya tulisannya untuk dibaca. Ada juga yang mengatakan bahwa ayat ini khusus untuk para sekutu Nabi saw dan orang-orang yang terikat perjanjian dengan Nabi saw dan tidak memutuskannya, demikian dikatakan al Hasan.

    Al Kalibi mengatakan bahwa mereka adalah Khuza’ah, Banil Harits bin Abdi Manaf, demikian pula dikatakan oleh Abu Sholeh. Ada yang mengatakan bahwa mereka adalah Khuza’ah.

    Mujahid mengatakan bahwa ayat ini dikhususkan terhadap orang-orang beriman yang tidak berhijrah. Ada pula yang mengatakan bahwa yang dimaksud didalam ayat ini adalah kaum wanita dan anak-anak dikarenakan mereka tidak ikut memerangi, maka Allah swt mengizinkan untuk berbuat baik kepada mereka, demikianlah disebutkan oleh sebagian ahli tafsir… (al Jami’ li Ahkamil Qur’an juz IX hal 311)

    Dari pemaparan yang dsebutkan Imam Qurthubi diatas maka ayat ini tidak bisa diperlakukan secara umum tetapi dikhususkan untuk orang-orang yang terikat perjanjian dengan Rasulullah saw selama mereka tidak memutuskannya (ahli dzimmah).

    Hak-hak dan kewajiban-kewajiban kafir dzimmi adalah sama persis dengan kaum muslimin di suatu negara islam. Mereka semua berada dibawah kontrol penuh dari pemerintahan islam sehingga setiap kali mereka melakukan tindakan kriminal, kejahatan atau melanggar perjanjian maka langsung mendapatkan sangsi dari pemerintah.

    Didalam sebuah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairoh ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda,”Janganlah kamu memulai salam kepada orang-orang Yahudi dan Nasrani. Apabila kalian bertemu salah seorang diantara mereka di jalan maka sempitkanlah jalannya.” (HR. Muslim)

    Yang dimaksud dengan sempitkan jalan mereka adalah jangan biarkan seorang dzimmi berada ditengah jalan akan tetapi jadikan dia agar berada ditempat yang paling sempit apabila kaum muslimin ikut berjalan bersamanya. Namun apabila jalan itu tidak ramai maka tidak ada halangan baginya. Mereka mengatakan : “Akan tetapi penyempitan di sini jangan sampai menyebabkan orang itu terdorong ke jurang, terbentur dinding atau yang sejenisnya.” (Shohih Muslim bi Syarhin Nawawi juz XIV hal 211)

    Hadits “menyempitkan jalan” itu menunjukkan bahwa seorang muslim harus bisa menjaga izzahnya dihadapan orang-orang non muslim tanpa pernah mau merendahkannya apalagi direndahkan. Namun demikian dalam menampilkan izzah tersebut janganlah sampai menzhalimi mereka sehingga mereka jatuh ke jurang atau terbentur dinding karena jika ini terjadi maka ia akan mendapatkan sangsi.

    Disebutkan didalam sejarah bahwa Umar bin Khottob pernah mengadili Gubernur Mesir Amr bin Ash karena perlakuan anaknya yang memukul seorang Nasrani Qibti dalam suatu permainan. Hakim Syuraih pernah memenangkan seorang Yahudi terhadap Amirul Mukminin Ali bin Abi Tholib dalam kasus beju besinya.

    Sedangkan pada zaman ini, orang-orang non muslim tidaklah berada dibawah suatu pemerintahan islam yang terus mengawasinya dan bisa memberikan sangsi tegas ketika mereka melakukan pelanggaran kemanusiaan, pelecehan maupun tindakan kriminal terhadap seseorang muslim ataupun umat islam.

    Keadaan justru sebaliknya, orang-orang non muslim tampak mendominanasi di berbagai aspek kehidupan manusia baik pilitik, ekonomi, budaya maupun militer. Tidak jarang dikarenakan dominasi ini, mereka melakukan berbagai penghinaan atau pelecehan terhadap simbol-simbol islam sementara si pelakunya tidak pernah mendapatkan sangsi yang tegas dari pemerintahan setempat, terutama di daerah-daerah atau negara-negara yang minoritas kaum muslimin.

    Bukan berarti dalam kondisi dimana orang-orang non muslim begitu dominan kemudian kaum muslimin harus kehilangan izzahnya dan larut bersama mereka, mengikuti atau mengakui ajaran-ajaran agama mereka. Seorang muslim harus tetap bisa mempertahankan ciri khas keislamannya dihadapan berbagai ciri khas yang bukan islam didalam kondisi bagaimanapun.

    Tentunya diantara mereka—orang-orang non muslim—ada yang berbuat baik kepada kaum muslimin dan tidak menyakitinya maka terhadap mereka setiap muslim diharuskan membalasnya dengan perbuatan baik pula.

    Al Qur’an maupun Sunah banyak menganjurkan kaum muslimin untuk senantiasa berbuat baik kepada semua orang baik terhadap sesama muslim maupun non muslim, diantaranya : surat al Mumtahanah ayat 8 diatas. Sabda Rasulullah saw,”Sayangilah orang yang ada di bumi maka yang ada di langit akan menyayangimu.” (HR. Thabrani) Juga sabdanya saw,”Barangsiapa yang menyakiti seorang dzimmi maka aku akan menjadi lawannya di hari kiamat.” (HR. Muslim)

    Perbuatan baik kepada mereka bukan berarti harus masuk kedalam prinsip-prinsip agama mereka (aqidah) karena batasan didalam hal ini sudah sangat jelas dan tegas digariskan oleh Allah swt :

    لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ ﴿٦﴾

    Artinya : “Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku.” (QS. Al Kafirun : 6)
    Hari Natal adalah bagian dari prinsip-prinsip agama Nasrani, mereka meyakini bahwa di hari inilah Yesus Kristus dilahirkan. Didalam bahasa Inggris disebut dengan Christmas, Christ berarti Kristus sedangkan Mass berarti masa atau kumpulan jadi bahwa pada hari itu banyak orang berkumpul mengingat / merayakan hari kelahiran Kristus. Dan Kristus menurut keyakinan mereka adalah Allah yang mejelma.

    Berbuat kebaikan kepada mereka dalam hal ini adalah bukan dengan ikut memberikan selamat Hari Natal dikarenakan alasan diatas akan tetapi dengan tidak mengganggu mereka didalam merayakannya (aspek sosial).

    Pemberian ucapan selamat Natal baik dengan lisan, telepon, sms, email ataupun pengiriman kartu berarti sudah memberikan pengakuan terhadap agama mereka dan rela dengan prinsip-prinsip agama mereka. Hal ini dilarang oleh Allah swt dalam firman-Nya,

    إِن تَكْفُرُوا فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ عَنكُمْ وَلَا يَرْضَى لِعِبَادِهِ الْكُفْرَ وَإِن تَشْكُرُوا يَرْضَهُ لَكُمْ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى ثُمَّ إِلَى رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ إِنَّهُ عَلِيمٌ بِذَاتِ الصُّدُورِ ﴿٧﴾

    Artinya : “Jika kamu kafir Maka Sesungguhnya Allah tidak memerlukan (iman)mu dan Dia tidak meridhai kekafiran bagi hamba-Nya; dan jika kamu bersyukur, niscaya Dia meridhai bagimu kesyukuranmu itu.” (QS. Az Zumar : 7)

    Jadi pemberian ucapan Selamat Hari Natal kepada orang-orang Nasrani baik ia adalah kerabat, teman dekat, tetangga, teman kantor, teman sekolah dan lainnya adalah haram hukumnya, sebagaimana pendapat kelompok pertama (Ibnu Taimiyah, Ibnul Qoyyim, Ibn Baaz dan lainnya) dan juga fatwa MUI.

    Namun demikian setiap muslim yang berada diantara lingkungan mayoritas orang-orang Nasrani, seperti muslim yang tempat tinggalnya diantara rumah-rumah orang Nasrani, pegawai yang bekerja dengan orang Nasrani, seorang siswa di sekolah Nasrani, seorang pebisnis muslim yang sangat tergantung dengan pebisinis Nasrani atau kaum muslimin yang berada di daerah-daerah atau negeri-negeri non muslim maka boleh memberikan ucapan selamat Hari Natal kepada orang-orang Nasrani yang ada di sekitarnya tersebut disebabkan keterpaksaan. Ucapan selamat yang keluar darinya pun harus tidak dibarengi dengan keredhoan didalam hatinya serta diharuskan baginya untuk beristighfar dan bertaubat.

    Diantara kondisi terpaksa misalnya; jika seorang pegawai muslim tidak mengucapkan Selamat Hari Natal kepada boss atau atasannya maka ia akan dipecat, karirnya dihambat, dikurangi hak-haknya. Atau seorang siswa muslim apabila tidak memberikan ucapan Selamat Natal kepada Gurunya maka kemungkinan ia akan ditekan nilainya, diperlakukan tidak adil, dikurangi hak-haknya. Atau seorang muslim yang tinggal di suatu daerah atau negara non muslim apabila tidak memberikan Selamat Hari Natal kepada para tetangga Nasrani di sekitarnya akan mendapatkan tekanan sosial dan lain sebagainya.

    مَن كَفَرَ بِاللّهِ مِن بَعْدِ إيمَانِهِ إِلاَّ مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُ مُطْمَئِنٌّ بِالإِيمَانِ وَلَكِن مَّن شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ ﴿١٠٦﴾

    Artinya : “Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah Dia beriman (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa kafir Padahal hatinya tetap tenang dalam beriman (dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dadanya untuk kekafiran, Maka kemurkaan Allah menimpanya dan baginya azab yang besar. (QS. An Nahl : 106)

    Adapun apabila keadaan atau kondisi sekitarnya tidaklah memaksa atau mendesaknya dan tidak ada pengaruh sama sekali terhadap karir, jabatan, hak-hak atau perlakuan orang-orang Nasrani sekelilingnya terhadap diri dan keluarganya maka tidak diperbolehkan baginya mengucapkan Selamat Hari Natal kepada mereka.

    Hukum Mengenakan Topi Sinterklas

    Sebagai seorang muslim sudah seharusnya bangga terhadap agamanya yang diimplementasikan dengan berpenampilan yang mencirikan keislamannya. Allah swt telah menetapkan berbagai ciri khas seorang muslim yang membedakannya dari orang-orang non muslim.

    Dari sisi bisnis dan muamalah, islam menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba yang merupakan warisan orang-orang jahiliyah. Dari sisi busana, islam memerintahkan umatnya untuk menggunakan busana yang menutup auratnya kecuali terhadap orang-orang yang diperbolehkan melihatnya dari kalangan anggota keluarganya. Dari sisi penampilan, islam meminta kepada seorang muslim untuk memelihara jenggot dan mencukur kumis.

    Islam meminta setiap umatnya untuk bisa membedakan penampilannya dari orang-orang non muslim, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Bedakanlah dirimu dari orang-orang musyrik, panjangkanlah jenggot dan cukurlah kumis.” (Muttafaq Alaih)

    Islam melarang umatnya untuk meniru-niru berbagai prilaku yang menjadi bagian ritual keagamaan tertentu diluar islam atau mengenakan simbol-simbol yang menjadi ciri khas mereka seperti mengenakan salib atau pakaian khas mereka.

    Terkadang seorang muslim juga mengenakan topi dan pakaian Sinterklas didalam suatu pesta perayaan Natal dengan teman-teman atau bossnya, untuk menyambut para tamu perusahaan yang datang atau yang lainnya.

    Sinterklas sendiri berasal dari Holland yang dibawa ke negeri kita. Dan diantara keyakinan orang-orang Nasrani adalah bahwa ia sebenarnya adalah seorang uskup gereja katolik yang pada usia 18 tahun sudah diangkat sebagai pastor. Ia memiliki sikap belas kasihan, membela umat dan fakir miskin. Bahkah didalam legenda mereka disebutkan bahwa ia adalah wakil Tuhan dikarenakan bisa menghidupkan orang yang sudah mati.

    Sinterklas yang ada sekarang dalam hal pakaian maupun postur tubuhnya, dengan mengenakan topi tidur, baju berwarna merah tanpa jubah dan bertubuh gendut serta selalu tertawa adalah berasal dari Amerika yang berbeda dengan aslinya yang berasal dari Turki yang selalu mengenakan jubah, tidak mesti berbaju merah, tidak gendut dan jarang tertawa. (disarikan dari sumber : http://h-k-b-p.blogspot.com)

    Namun demikian topi tidur dengan pakaian merah yang biasa dikenakan sinterklas ini sudah menjadi ciri khas orang-orang Nasrani yang hanya ada pada saat perayaan Hari Natal sehingga dilarang bagi setiap muslim mengenakannya dikarenakan termasuk didalam meniru-niru suatu kaum diluar islam, sebagaimana sabda Rasulullah saw,”Siapa yang meniru suatu kaum maka ia adalah bagian dari mereka.” (Muttafaq Alaih)

    Tidak jarang diawali dari sekedar meniru berubah menjadi penerinaan dan akhirnya menjadi pengakuan sehingga bukan tidak mungkin bagi kaum muslimin yang tidak memiliki dasar keimanan yang kuat kepada Allah ia akan terseret lebih jauh lagi dari sekedar pengakuan namun bisa menjadikannya berpindah agama (murtad)

    Akan tetapi jika memang seseorang muslim berada dalam kondisi terdesak dan berbagai upaya untuk menghindar darinya tidak berhasil maka ia diperbolehkan mengenakannya dikarenakan darurat atau terpaksa dengan hati yang tidak redho, beristighfar dan bertaubat kepada Allah swt, seperti :

     seorang karyawan supermarket miliki seorang Nasrani, seorang resepsionis suatu perusahaan asing, para penjaga counter di perusahaan non muslim untuk yang diharuskan mengenakan topi sinterklas dalam menyambut para tamunya dengan ancaman apabila ia menolaknya maka akan dipecat.

    Wallahu A’lam


    Ustadz Sigit Pranowo Lc

    Benarkah Isa Itu Tuhan?

    Oleh : Fathuddin Ja’far
     
     
    Keyakinan Isa adalah Tuhan (anak Tuhan) menjadi peyebab utama perbedaan Islam dengan Kristen. Perbedaanya sangat bertolak belakang, yakni 180 derajat. Demikian juga Yahudi meyakini Uzair anak Tuhan. Seperti itu juga yang terjadi dengan kaum Musyirikin yang menyekutukan Allah dengan berbagai berhala yang direka-reka oleh nenek moyang mereka.

    Islam hanya mengenal dan mengakui konsep Tauhid, yakni mengesakan Allah. Dan Allah bersih dari klaim berbagai tuhan yang mendampingi-Nya, baik dalam bentuk rububiyyah (penciptaan), uluhiyyah/ ubudiyyah (ketaatan pada sistem) maupun asma’ (nama-nama) dan sifat-sifat-Nya.

    قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ (1) اللَّهُ الصَّمَدُ (2) لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ (3) وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ (4)

    Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (1) Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (2) Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan (3)dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia (4)

    Tentang keyakinan orang Yahudi dan Nasrani tersebut Allah membantahnya bahwa yang demikian itu tidak lebih dari ucapan kosong belaka yang tidak dapat dibuktikan secara faktual. Sebuah keyakinan yang diyakini turun temurun begitu saja tanpa dapat dicerna oleh akal sehat dan fitrah yang bersih. Sebuah keyakinan yang didasari ikut-ikutan pada orang-orang kafir sebelum mereka yang tidak berpegang pada wahyu Allah. 
    Allah berfirman :

    وَقَالَتِ الْيَهُودُ عُزَيْرٌ ابْنُ اللَّهِ وَقَالَتِ النَّصَارَى الْمَسِيحُ ابْنُ اللَّهِ ذَلِكَ قَوْلُهُمْ بِأَفْوَاهِهِمْ يُضَاهِئُونَ قَوْلَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ قَبْلُ قَاتَلَهُمُ اللَّهُ أَنَّى يُؤْفَكُونَ (30

    Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah.” Demikian itu hanya ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Allah melaknat mereka, bagaimana mereka sampai berpaling (dari ajaran Tauhid)?

    Keyakinan dan presepsi yang diyakini turun temurun itu semakin mapan dan parah akibat mereka mengagumi dan mengkultuskan para tokoh agama (ulama) mereka (Ahbar dan Ruhban), sehingga menjadi berhala-berhala dan syuyukh dholal wa mudhillin (tokoh-tokoh sesat dan menyesatkan) yang disembah (lihat tulisan : Berhala Abad 21/ Nasehat Ulama). Penyebabnya tak lain adalah, para tokoh agama itu tidak mau komitmen penuh dengan wahyu apa adanya, atau dengan bahasa sekarang “kehilangan trust” terhadap wahyu Allah, Taurat dan Injil. Allah menjelaskan dalam surat At-taubah ayat 31 :

    اتَّخَذُوا أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَانَهُمْ أَرْبَابًا مِنْ دُونِ اللَّهِ وَالْمَسِيحَ ابْنَ مَرْيَمَ وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا إِلَهًا وَاحِدًا لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ سُبْحَانَهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

    Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam, padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan yang Esa, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha suci Allah dari apa yang mereka persekutukan.

    Ketika masyarakat bodoh dan tidak mau menuntut ilmu sehingga pemahaman agama hanya berdasarkan presepsi dan dugaan belaka, maka para tokoh-tokoh agama itu dengan mudah mengelabui mereka dan mengarang-ngarang wahyu seakan datang dari Allah, padahal hasil tulisan mereka sendiri. Allah membongkar kejahatan para tokoh agama itu dalam firman-Nya surat Al-baqarah : 77 – 79) :

    أَوَلَا يَعْلَمُونَ أَنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ (77) وَمِنْهُمْ أُمِّيُّونَ لَا يَعْلَمُونَ الْكِتَابَ إِلَّا أَمَانِيَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَظُنُّونَ (78) فَوَيْلٌ لِلَّذِينَ يَكْتُبُونَ
    لْكِتَابَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَذَا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ لِيَشْتَرُوا بِهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌ لَهُمْ مِمَّا يَكْسِبُونَ (79)

    Tidakkah mereka mengetahui bahwa Allah mengetahui segala yang mereka sembunyikan dan segala yang mereka nyatakan? (77) Dan diantara mereka ada yang ummiyyun (buta huruf), tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga (78) Maka neraka wail-lah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.(79).

    Prilaku pemuka agama Nasrani dan Yahudi itu semakin aneh dan tak masuk akal, sampai-sampai mereka menjelaskan pada umat bahwa mereka tidak akan masuk neraka kecuali hanya beberapa hari saja. Mereka begitu berani dan nekatnya demi meyakinkan para pengikut dan umat terhadap ajaran agama yang kebanyakannya mereka karang sendiri. Allah menjelaskan dalam surat Al-baqarah ayat 80 – 81 :

    وَقَالُوا لَنْ تَمَسَّنَا النَّارُ إِلَّا أَيَّامًا مَعْدُودَةً قُلْ أَتَّخَذْتُمْ عِنْدَ اللَّهِ عَهْدًا فَلَنْ يُخْلِفَ اللَّهُ عَهْدَهُ أَمْ تَقُولُونَ عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ (80) بَلَى مَنْ كَسَبَ سَيِّئَةً وَأَحَاطَتْ بِهِ خَطِيئَتُهُ فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ (81)

    Dan mereka berkata: “Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja.” Katakanlah: “Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya, ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?”(80) (Bukan demikian), yang benar: barangsiapa berbuat dosa dan ia telah dibalut oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.(81).

    Berbagai klaim pemuka agama yahudi dan Nasrani mampu meyihir umat mereka sehingga mereka percaya begitu saja tanpa mau merujuk kepada Taurat dan Injil yang sesungguhnya. Saat umat mereka tidak mau bersusah payah menghidupkan tradisi ilmu dan lebih memilih berfikir instan dan mengandalkan nasib pemahaman agama kepada para pemuka agama sambil meninggalkan Kitabullah, di saat itulah para pemuka agama tersebut dengan leluasa mengarang ajaran agama sesuai syahwat dan persepsi mereka belaka. Mereka berani mengklaim bukan hanya Uzair dan Isa saja anak Allah, akan tetapi mereka (Yahudi dan Nasrani) itu juga anak Allah. Allah menjelaskan dalam surat Al-Maidah ayat 18 – 19 :

    وَقَالَتِ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى نَحْنُ أَبْنَاءُ اللَّهِ وَأَحِبَّاؤُهُ قُلْ فَلِمَ يُعَذِّبُكُمْ بِذُنُوبِكُمْ بَلْ أَنْتُمْ بَشَرٌ مِمَّنْ خَلَقَ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَإِلَيْهِ الْمَصِيرُ (18) يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءَكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ عَلَى فَتْرَةٍ مِنَ الرُّسُلِ أَنْ تَقُولُوا مَا جَاءَنَا مِنْ بَشِيرٍ وَلَا نَذِيرٍ فَقَدْ جَاءَكُمْ بَشِيرٌ وَنَذِيرٌ وَاللَّهُ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (19)

    Orang-orang Yahudi dan Nasrani mengatakan: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya.” Katakanlah: “Maka mengapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu?” (Kamu bukanlah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya), tetapi kamu adalah manusia(biasa) diantara orang-orang yang diciptakan-Nya. Dia mengampuni bagi siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Kepunyaan Allah-lah kerajaan antara keduanya. Dan kepada Allah-lah kembali (segala sesuatu). (18) Hai Ahli Kitab, sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami (Muhammad Saw), menjelaskan (syari’at Kami) kepadamu ketika terputus (pengiriman) rasul-rasul agar kamu tidak mengatakan: “Tidak ada datang kepada kami baik seorang pembawa berita gembira maupun seorang pemberi peringatan.” Sesungguhnya telah datang kepadamu pembawa berita gembira dan pemberi peringatan. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.(19)

    Begitulah prilaku para pemuka agama di kalangan Yahudi dan Nasrani. Mereka sangat leluasa mengarang ajaran agama dengan cara; mencampur adukkan al-haq (kebenaran) dengan al-bathil (kebatilan), menyembunyikan al-haq (QS.2 : 42 dan 3 : 71), menyimpangkan ayat dari pengertian yang sebenarnya (QS.4 : 46 dan 5 : 13 dan 41), pandai menyuruh umat berbuat baik, namun diri mereka melupakannya (QS. 2 : 44) dan lain sebagainya.

    Al-Qur’an sebagai Kitab Allah yang terakhir diturunkan untuk umat manusia, tentunya mencakup kaum Ahlil Kitab (Yahudi dan Nasrani), membongkar motivasi para tokoh agama Yahudi dan Nasrani berbuat senekat itu. Motivasi utamanya ternyata adalah kepentingan dunia berupa harta dan menumpuk tabungan (uang). Allah memperingatkan umat Nabi Muhammad agar para tokoh agamanya (ulamanya) tidak berprilaku seperti itu, seperti yang dijelasakan dalam surat Attaubah ayat 34 -35

    يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِنَّ كَثِيرًا مِنَ الْأَحْبَارِ وَالرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَالَ النَّاسِ بِالْبَاطِلِ وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالَّذِينَ يَكْنِزُونَ الذَّهَبَ وَالْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُونَهَا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ (34) يَوْمَ يُحْمَى عَلَيْهَا فِي نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَى بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ هَذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ فَذُوقُوا مَا كُنْتُمْ تَكْنِزُونَ (35)

    Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih,(34) pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: “Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu.”(35)

    Sebuah fenomena yang menarik dan aneh bahwa berbagai ajaran menyimpang yang dikembangkan para pemuka agama Yahudi dan Nasrani tersebut telah membentuk karakter bangsa Yahudi dan Nasrani menjadi bangsa yang suka mengingkari janji, kafir pada ayat-ayat Allah, termasuk pada Al-Qur’an, membunuh para Nabi, sikap keras kepala, menuduh Maryam dengan tuduhan palsu, mengkalim berhasil membunuh Isa, berbuat berbagai kezaliman di muka bumi, menghalangi manusia dari jalan Allah, suka makan riba dan memakan harta manusia dengan jalan yang bathil, kecuali mereka yang mendalam ilmumnya tetang Taurat dan Injil seperti Waraqah Bin Naufal dan sebagainya. (QS. 4 : 155 – 162)

    Membunuh para Nabi dan memerangi mereka, termasuk Nabi Muhammad dan para pengikutnya, tentulah perbuatan yang amat tercela dan bahkan merupakan tindakan terorisme yang tidak dibenarkan sama sekali oleh Allah Ta’ala. Sikap itu pula yang sekarang dipertontonkan oleh kaum yahudi di Palestina dan Nasrani di Irak dan Afghanistan. Sebab itu, tidak heran jika mereka selalu melancarkan serangan dan peperangan terhadap umat Nabi Muhammad sepanjang masa. Para Nabi saja mereka perangi dan bunuh, apalagi umat Nabi Muhammad Saw? Allah menjelaskan dalam surat Al-Baqarah ayat 120 :

    وَلَنْ تَرْضَى عَنْكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَى حَتَّى تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ قُلْ إِنَّ هُدَى اللَّهِ هُوَ الْهُدَى وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَ الَّذِي جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ

    Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

    Memperhatikan prilaku dan ajaran kaum Ahlul Kitab yang sangat menyimpang itu, termasuk umat Nasrani sepanjang masa, khususnya terkait tentang ketuhanan, ibadah, mu’amalah dan sebagainya timbul beberapa pertanyaan mendasar : Apa benar yang demikian itu ajaran tuhan Isa? Kalau benar, apakah pantas Isa menjadi tuhan yang penuh kebencian dan kebengisan? Mana kasih sayang yang dikalim itu? Kok Tuhan malah dibunuh? Dan banyak lagi pertanyaan lain yang mendasar.

    Sesungguhnya Isa tidak pantas jadi tuhan hanya karena ia lahir tanpa bapak. Kalau Isa lahir tanpa bapak sudah pantas jadi tuhan, maka Adam lebih berhak jadi tuhan karena lahir tanpa ibu dan bapak seperti yang dijelaskan Allah dalam surat Ali Imran, ayat 59 :

    إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آَدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ

    Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisi Allah sama seperti Adam. Dia menciptakannya (Adam) dari tanah, kemudian Dia berkata padanya : jadilah! Maka jadilah ia.

    Jadi, kalau Isa bukan tuhan dan dia hanyalah seorang Nabi sebagaimana nabi-nabi Allah yang lain, termasuk nabi terakhir Muhammad Saw. timbul pertanyaan : Ajaran trinitas yang menyekutukan Allah itu ajaran siapa sebenarnya? Apakah ajarn Isa, atau hanya rekaan para tokoh agama saja? Allah menjawabnya dalam surat Al-maidah ayat 116 – 188 berikut :

    وَإِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ أَأَنْتَ قُلْتَ لِلنَّاسِ اتَّخِذُونِي وَأُمِّيَ إِلَهَيْنِ مِنْ دُونِ اللَّهِ قَالَ سُبْحَانَكَ مَا يَكُونُ لِي أَنْ أَقُولَ مَا لَيْسَ لِي بِحَقٍّ إِنْ كُنْتُ قُلْتُهُ فَقَدْ عَلِمْتَهُ تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ إِنَّكَ أَنْتَ عَلَّامُ الْغُيُوبِ (116) مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ وَأَنْتَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ (117) إِنْ تُعَذِّبْهُمْ فَإِنَّهُمْ عِبَادُكَ وَإِنْ تَغْفِرْ لَهُمْ فَإِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (118)

    Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah?.” Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib.”(116) Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: “Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.(117) Jika Engkau menyiksa mereka, maka sesungguhnya mereka adalah hamba-hamba Engkau, dan jika Engkau mengampuni mereka, maka sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.(118).

    Berdasarkan analisah di atas, kita dapat menyimpulan bahwa Isa itu bukan tuhan. Dia adalah salah seorang Nabi Allah yang membawa ajaran Tauhid, sama dengan ajaran tauhid Nabi Muhammad Saw, yang sama-sama meneruskan ajaran Tauhid bapak/moyang mereka Ibrahim alaihissalam.

    Kalau demikian halnya, agama Islam dan Kristen (Nasrani) – termasuk juga Yahudi dan musyrikin lainya – tidaklah sama. Islam berdasarkan Tauhid, sedangkan agama yang lainnya berdasarkan syirik. Maka, hati-hatilah wahai kaum Muslimin dalam menerima undangan menyambut tahun baru dan hari natal… Wallahul Muwaffiq wal Hadi ila sawa-issabiil…

    Note: Situs Web

    CPNS

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA

    Univeritas

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA

    Pemilu

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA

    Berita Kota Subulussalam

  • KLIK UNTUK BACA SELENGKAPNYA